SUKABUMI – Gerak dinamis manusia selalu di awali dan dinamisasi individu di pengaruhi oleh ruang dan waktu. Hiruk pikuk dunia pergerakan telah mampu menorehkan sisi positif bagi perubahan sosial.
Dikatakan Rizwan, Selaku Ketua Alumni KUMALA Sukabumi, Upaya untuk mengupgrade paradigma kritis untuk counter hegemoni menjadi point penting untuk membentuk martir pergerakan yang terdidik, terpimpin dan terorganisir. Saya kira KUMALA Sukabumi menjadi Lokomotif gerakan sehingga jadi pembeda.
“Saya mencoba mengupgrade dari sisi Analisis Sosial, dan Propaganda media sebagai basis bargaining untuk menuangkan hasil kondisi objektif menjadi sebuah wacana kritis. Ketika seseorang sudah mampu mereduksi nilai nilai yang ada di ruang lingkup sosial nya. Maka barulah kita akan memahami apa itu analisis sosial dan pembangunan persepsi,” ungkap Rizwan, Dalam materinya (17/01/2021).
Lebih lanjut Rizwan Mengatakan, Sedangkan paradigma yang dibangun dari Agitasi propaganda (Agitprop) yaitu menjadi konsekuensi logis bagi KUMALA Perwakilan Sukabumi untuk membakar semangat dan selali memenangkan gagasan.
“Terimakasih kepada Alumni KUMALA Perwakilan Sukabumi yang secara khidmat memberikan beban tambahan untuk mengisi Ketua Alumni KUMALA (KALLA) Perwakilan Sukabumi. Terimakasih Kepada Plt. Ketua DPRD Lebak (Pak Junaedi Ibnu Jarta) telah berkesempatan hadir di mimbar LK1 KUMALA Pw. Sukabumi,” pungkasnya.
(Red).











