TAKALAR – Pembangunan tiga Pos Kamling rampung 100% di Kelurahan Merdekaya, Namun di duga tak kunjung dibayarkan,hal ini langsung jadi bahan pembicaraan warga setempat.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Meradekaya, Kamaruddin Daeng Nuru, di rumahnya di Lingkungan Bontosanra, Kelurahan Merdakaya, Sabtu(12/12/2020), mengatakan, “Lurah Abd Rahman Rasid menyampaikan berita bohong kepada beberapa kepala lingkungan bahwa Dia sudah membayar semua biaya tiga Pos Kamling yang nilainya Rp35 juta kepada saya.” ucap Kamarudin Nuru.
Kamaruddin Nuru yang akrab disapa Daeng Nuru ini mengatakan, “Seribu rupiah pun saya belum terima, apalagi Rp35 juta.”
Informasi apapun yang disampaikan lurah kepada beberapa kepala lingkungan setempat, menurut Kamaruddin, akan dia ketahui karena kepala lingkungan di situ rata-rata memiliki hubungan keluarga dengannya.
“Setelah mendapatkan informasi tersebut, langsung saya bongkar salah satu Pos Kamling,” beber Daeng Nuru.
Dia mengaku, “Selama ini, saya cukup sabar menerima janjinya. Kalau ditagih, ada-ada saja alasan. Mulai dari belum cair anggarannya, hilang buku rekening, hingga tunggu mobilnya laku. Dan lebih menyakitkan lagi, melalui salah satu media online, Dia beralasan tidak mau membayar karena saya pakai kayu bongkaran.”
“Anehnya lagi, saya dituding pakai kayu bongkaran tetapi pada saat bersamaan, Dia berfoto dengan Pos Kamling sebagai konfirmasi ke pihak kecamatan bahwa pekerjaan telah selesai 100 persen,” ungkap Nuru.
Lanjut Daeng Nuru, “Tadi, ada sejumlah masyarakat mendatangi kantor kelurahan menanyakan perihal Pos Kamling, dan sesuai informasi yang saya terima, Abd Rahman Rasid berjanji lagi kepada masyarakat akan membayar.”
Begitupun yang dikatakan salahsatu kepala Lingkungan di Kelurahan Maradekaya bahwa apabila Lurah tidak bisa menyelesaian secara baik baik persoalan ini.”Maka saya siap mundur jadi kepala lingkungan,” tuturnya.
Reporter : Suherman tangnga











