GOWA-Sosialisasi terkait penyaluran dana bergulir oleh Lembaga Pengelola Dana bergulir (LPDB) di kantor kejaksaan Negeri Gowa, Senin (31/08/2020).
Pelaksanaan sosialisasi dihadiri oleh Kepala kejaksaan Negeri Gowa, kepala dinas koperasi dan UMKM (perwakilan), Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Kordinator satuan tugas Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) wilayah Sulawesi Selatan, Camat pallangga, dan beberapa Kepala desa.
Kejaksaan Gowa menjadi inisiator pertama di Sulsel dalam mengawal penyaluran dan penggunaan dana LPDB khususnya di Kab. Gowa. Sehingga Kejari Gowa memfasilitasi pemda Gowa dan stakholder terkait dalam pelaksanaan sosialisasi tersebut.
Rapat sosialisasi diawali dengan sambutan hangat kepala kejaksaan negeri gowa, Yeni Adriani yang menyatakan pertemuan ini membawa berkah, serta sesuai dengan apa yang disampaikan bapak presiden dengan tagline kerja, kerja, kerja sebagai bentuk optimalisasi kinerja dan sinergi antar instansi dan lembaga untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Sinergitas dengan LPDB merupakan bentuk kerjasama untuk melakukan pendampingan, pengawasan dana serta membentuk kecamatan binaan. Kec. Pallangga, Gowa ditunjuk sebagai salah satu kecamatan percontohan, karena Pallangga merupakan kecamatan yang memiliki koperasi produktif.
Pada dasarnya kejaksaan tidak hanya menangani kasus-kasus korupsi saja, namun juga memiliki tanggung jawab untuk memberdayakan masyarakat melalui kerjasama dengan beberapa instansi, ucap ibu Kejari Gowa.
Lanjutnya, bahwa koperasi kejaksaan Gowa yang selama ini fakum dijalankan kembali untuk meringankan pegawai kejaksaan untuk menjangkau bahan-bahan pokok kehidupan sehari-hari, harapannya dengan adanya dana LPDB menambah nilai perputaran keuangan di koperasi tersebut.
Perwakilan Kepala Dinas koperasi gowa menuturkan, sejak tahun 2000an dana LPDB telah dinikmati dalam hal memaksimalkan UKM misalnya Koperasi Griya Mandiri merupakan salah satu yang mendapatkan dana stimulus dari LPDB.
Dengan adanya kerjasama antara LPDB dan kejaksaan Negeri Gowa membuat koperasi yang berada di desa-desa merasa lebih aman dari adanya gangguan-gangguan eksternal, tutur Camat pallangga.
Menurut pihak LPDB yang bertugas di
lingkup kerja Sulawesi, Papua, dan Maluku bahwa hadirnya LPDB dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi nasional, sesuai dengan instruksi Presiden untuk memberi stimulus ekonomi kerakyatan di tengah pandemi.
Dana yang akan bergulir nantinya total 2,6 T untuk seluruh wilayah Indonesia. Dimana LPDB sendiri memiliki tugas menyalurkan dana tersebut selanjutnya untuk teknis dan lainnya diserahkan ke kabupaten/kota.
“yang terpenting adalah penerima dana LPDB diharuskan untuk melengkapi berkas administrasi sesuai dengan peraturan menteri koperasi,” imbuh Sultan yang merupakan Kordinator LPDB wilayah Sulawesi Selatan.
Lanjutnya, dana yang telah diterima nantinya dapat dimaksimalkan untuk memutar roda perekonomian pada daerah dan desa-desa, sehingga semakin produktif dan meningkatkan perekonomian daerah.
Outpunya adalah meningkatkan animo masyarakat dalam pengembangan koperasi melalui penyaluran dana bergulir. (Firman)











