DaerahPendidikan

PMII STIKES Takalar Gelar Mapaba

×

PMII STIKES Takalar Gelar Mapaba

Sebarkan artikel ini

TAKALAR – Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKES) Kabupaten Takalar menggelar Masa Penerimaaan Anggota Baru (Mapaba) di Gedung Nahdlatul Ulama Jl. KH Hasyim Asy’ari Kabupaten Takalar selama 3 hari dari Tanggal 13 hingga 15 Juli 2020.

Mengusung tema “Merekatkan Ukhuwah Islamiyyah di Era New Normal”, kegiatan berlangsung lancar.

Click Here

Kegiatan orientasi ini diikuti oleh sejumlah Mahasiswa/Mahasiswi yang berasal dari beberapa kampus di Kabupaten Takalar dan Kota Makassar.

Ketua Pelaksana MAPABA Ian Anugrah Juliani, mengatakan bahwa Mapaba merupakan agenda rutin dilakukan sebagai bentuk kaderisasi pengurus PMII Komisariat STIKES.

“Kegiatan itu juga dilakukan karena posisi strategis dan pentingnya peran dan fungsi mahasiswa sebagai agent of change,” urainya.

Kata dia, Mahasiswa yang notabennya adalah agen perubahan diharapkan mampu melakukan inovasi dan kreativitas dalam melakukan perubahan yang positif.

“Perubahan tersebut dapat diraih apabila mahasiswa mempunyai wadah untuk menyalurkan potensi diri, minat bakat dan sebagainya. Wadah itu salah satunya adalah PMII ” imbuhnya.

“Maka sangat penting bagi mahasiswa untuk dapat berorganisasi di luar kampus. Selain untuk belajar, menggali potensi diri, menambah ilmu pengetahuan dan wawasan hal ini juga dapat memperluas jaringan dan sahabat,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Umum PMII Cabang Takalar Ichsan Ariansyah Muchtar dalam sambutannya, mengatakan bahwa PMII adalah organisasi Kader yang berideologikan Ahlussunnah Wal Jama’ah dan berasaskan Pancasila.

Menurutnya, PMII adalah tempat yang tepat bagi mahasiswa untuk belajar tentang nilai-nilai keislaman dan kebangsaan serta PMII mampu mencegah paham-paham radikal yang akan mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Rapublik Indonesia (NKRI).

Ciri khas dari PMII, kata dia, selain menanamkan nilai-nilai spiritual, melalui aktivitas-aktivitas di dalamnya. Secara dialektis diharapkan mampu membentuk pola pikir.

Pola pikir itulah yang menumbuhkan kesadaran mahasiswa akan tanggungjawabnya di dalam kehidupan bemasyarakat, berbangsa, bernegara dan agama.

Dijelaskan Ichsan bahwa kegiatan Mapaba dan berorganisasi sangat penting. Begitu pentingnya berorganisasi dan manfaat yang akan dirasakan ketika nanti dihadapkan oleh realitas kehidupan di masyarakat.

“Terus semangat dan terus gali potensi diri dalam organisasi yang adik-adik pilih karena manfaatnya yang begitu besar,” serunya.

Reporter: Awaluddin Parawangsa, SE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *