LEBAK – Nasib nahas menimpa Toni, salah seorang Nelayan warga Kampung Panto RT 07 / RW 02, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Upayanya mengambil perahu yang terputus talinya (yang semula di ikatkan ke bangkrak) harus mengakibatkan ia terhanyut terbawa arus hingga terdampar di pantai Bagedur Desa Sukamanah Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak. Beruntung, korban selamat. Selasa, (28/04/2020).
Kepala Desa Muara, H. Endang Fauroni, SE. Mengatakan, dirinya mendapat informasi dari Ketua RT 07 / RW 02 yang bernama Soad, ada warganya yang kecelakaan laut (lakalaut).

“Saya dapat informasi dari Ketua RT 07 /RW 02 yang bernama Soad, bahwa warga saya yang bernama Toni, mengalami musibah yaitu terbawa arus air laut yang saat itu saudara Toni sedang mengambil jodang (alat penangkap lobster) di bangkrak (sejenis bagan) milik Rudi,” terangnya.

Masih kata Kades Muara, Korban (Toni) mengikatkan tali perahunya ke bangkrak milik Rudi, dan ia naik ke bangkrak, namun tiba-tiba tali perahunya yang mengikat itu putus, Toni pun segera melakukan upaya mendapatkan perahunya tersebut. Karena ombak besar dan arus air laut deras, upayanya itu sia-sia bahkan Toni juga terbawa hanyut hingga terdampar di Pantai Bagedur, kejadiannya tadi pagi,” imbuhnya.
Sementara itu, Nurman, selaku ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Banten, membenarkan kejadian tersebut. Dan ia mengatakan bahwa Toni selaku korban selamat.
“Betul, bahwa ada kecelakaan laut namun korban selamat, dia juga di bantu oleh warga yang ada di Pantai Bagedur. Sekarang Toni sudah ada di Rumahnya. Kalo perahunya masih aman ada di Pantai Bagedur,” kata Nurman.
Terpisah, Anggota Polairud Muara Binuangeun, Bharatu Seno Bagus, saat dikonfirmasi mengaku belummengetahui insiden tersebut.
“Saya tidak tahu kejadian tersebut, kami Polairud tidak mendapat laporan,” singkatnya.
Reporter : UI (Tim)











