BANTAENG — Persiapan Kontingen Kabupaten Bantaeng menghadapi PORPROV XVIII Sulawesi Selatan 2026 di Kabupaten Bone dan Wajo tidak hanya berfokus pada peningkatan prestasi atlet. Aspek perlindungan dan keselamatan atlet serta pelatih juga menjadi perhatian serius KONI Kabupaten Bantaeng.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara BPJS Ketenagakerjaan Bantaeng dan KONI Kabupaten Bantaeng, yang dirangkaikan dalam Rapat Kerja KONI Bantaeng Tahun 2026 di Hotel BM Bantaeng, Jumat (4/9/2026).
Kerja sama ini menjadi bagian dari langkah KONI Bantaeng dalam memberikan perlindungan kepada insan olahraga yang terlibat dalam pembinaan dan kegiatan olahraga prestasi, khususnya atlet dan pelatih.
Ketua KONI Kabupaten Bantaeng, H. Tasrif Labandu, SE, mengatakan bahwa perhatian terhadap atlet tidak boleh berhenti pada persoalan latihan dan target medali. Menurutnya, keselamatan dan perlindungan atlet merupakan bagian penting dalam membangun sistem pembinaan olahraga yang profesional.
“Atlet adalah aset olahraga daerah. Karena itu, selain mempersiapkan mereka untuk berprestasi, kita juga harus memastikan aspek perlindungan dan keselamatannya menjadi perhatian,” ujar H. Tasrif Labandu.
Ia menambahkan, kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan merupakan bentuk keseriusan KONI Bantaeng dalam membangun ekosistem olahraga yang memberikan rasa aman kepada atlet dan pelatih.
91,26 Persen Anggaran untuk Pembinaan Prestasi
Sekretaris Umum KONI Bantaeng, Firdaus, S.Pd., M.Pd, mengatakan bahwa kebijakan perlindungan atlet tersebut sejalan dengan arah penggunaan anggaran KONI Bantaeng.
“Lebih dari 91,26 persen anggaran KONI Bantaeng difokuskan pada pembinaan prestasi, sementara 8,74 persen untuk operasional. Namun anggaran operasional tersebut juga kami maksimalkan untuk mendukung prestasi atlet,” kata Firdaus.
Menurutnya, pembinaan prestasi tidak hanya dimaknai sebagai pemenuhan kebutuhan latihan, tetapi juga mencakup berbagai aspek pendukung yang dapat menunjang kesiapan atlet.
Salah satunya adalah perlindungan kecelakaan bagi atlet dan pelatih melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan.
“Kami ingin pembinaan prestasi berjalan secara utuh. Atlet dipersiapkan fisiknya, dimonitor kondisinya, tetapi perlindungannya juga harus diperhatikan. Ini bagian dari manajemen risiko dalam pembinaan olahraga,” jelasnya.
Antisipasi Risiko Cedera Saat PORPROV
KONI Bantaeng juga menyiapkan sejumlah program pendukung lainnya, seperti monitoring dan tes fisik atlet, digitalisasi manajemen SDM KONI, serta pendidikan dan pelatihan penanganan cedera bagi official.
Program tersebut dinilai penting mengingat pelaksanaan PORPROV XVIII akan berlangsung di dua wilayah, yakni Bone dan Wajo, dengan mobilitas kontingen yang cukup tinggi.
“Jarak Bone dan Wajo cukup jauh. Karena itu, kita harus melakukan antisipasi. Official bukan hanya bertugas mendampingi atlet saat pertandingan, tetapi juga harus memiliki kemampuan mengambil langkah awal yang tepat apabila terjadi cedera atau insiden sebelum mendapatkan penanganan medis,” ungkap Firdaus.
Menurutnya, keberadaan perlindungan jaminan sosial dan peningkatan kapasitas official menjadi dua bagian yang saling melengkapi dalam manajemen kontingen.
“Kita berharap atlet dapat bertanding dengan lebih tenang karena ada sistem perlindungan yang disiapkan. Target kita bukan hanya bagaimana meraih prestasi, tetapi bagaimana atlet berangkat bertanding, mendapatkan perlindungan, dan kembali ke Bantaeng dalam kondisi sebaik-baiknya,” tuturnya.
Perlindungan Atlet Jadi Bagian dari Prestasi
Penandatanganan kerja sama KONI Bantaeng dengan BPJS Ketenagakerjaan sekaligus memperlihatkan perubahan paradigma dalam pengelolaan olahraga prestasi.
Prestasi tidak hanya diukur dari jumlah medali yang diraih, tetapi juga dari bagaimana daerah membangun sistem pembinaan yang aman, terencana dan berkelanjutan bagi atlet dan pelatih.
Dengan persiapan tersebut, KONI Bantaeng berharap seluruh kontingen dapat menghadapi PORPROV XVIII dengan kesiapan yang lebih baik, baik dari sisi prestasi, kesehatan, keselamatan maupun perlindungan sosial.
KONI Bantaeng: Atlet Berprestasi, Terlindungi, dan Siap Mengharumkan Nama Daerah.











