Sekilasindonesia.id TANGERANG — Kesabaran warga Kampung Cipari, Desa Cempaka, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten, kembali diuji, pasalnya, jalan yang setiap hari menjadi akses utama masyarakat hingga kini masih mengalami kerusakan parah, bahkan disebut telah berlangsung hampir 20 tahun.
Berbagai upaya telah dilakukan warga, mulai dari menyampaikan laporan kepada pemerintah desa hingga memviralkan kondisi jalan melalui media sosial dengan harapan keluhan tersebut mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Namun, hingga kini perbaikan yang dinantikan belum juga terealisasi.
Warga mengaku kecewa karena selama ini sudah beberapa kali ada pihak yang datang ke lokasi untuk melakukan pengukuran maupun dokumentasi.
Akan tetapi, menurut mereka, kegiatan tersebut tidak diikuti dengan tindakan nyata berupa perbaikan.
Pantauan awak media saat meninjau langsung lokasi, Jumat (4/9/2026), sejumlah warga mendatangi lokasi dan menyampaikan keluhan terkait kondisi jalan.
Kerusakan jalan tersebut dinilai sangat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama ketika hujan turun.
Tak hanya di Kampung Cipari, sejumlah titik jalan di wilayah Kecamatan Cisoka juga masih dikeluhkan warga.
Di antaranya Kampung Situgabug, Desa Cempaka, serta Kampung Nagrog, Desa Bojongloa, Kecamatan Cisoka.
Warga juga mempertanyakan kebijakan pembangunan jalan di wilayah tersebut.
Mereka menilai terdapat ketimpangan ketika ruas jalan yang kondisinya masih relatif bagus justru dibongkar, sementara jalan di lingkungan permukiman yang telah lama rusak belum mendapat perhatian.
Udah ada 20 tahun belum diperbaiki, yang datang ada, sempat diukur pula.
Cuma pas penurunan barang, kenapa pihak lain yang dibangun dan yang di sini masih tetap begini, jadi dialihkan terus.
Di depan jalan arah Cangkudu, jalan masih bagus dibolong-bolongin, dibongkar.
“Kenapa yang rusak di sini enggak dibenerin?” ujar Santi saat diwawancarai awak media, Jumat (4/9/2026).
Santi yang didampingi Neng dan suaminya, Mahmud, selaku warga sekitar, juga mengungkapkan persoalan lain yang muncul ketika hujan.
Kondisi saluran air yang buruk disebut membuat air dari saluran pembuangan meluap ke jalan dan berpotensi menyebabkan banjir.
“Di sini kalau hujan air dari comberan naik, bikin banjir,” keluhnya.
Menurut warga, kondisi jalan yang rusak bukan hanya persoalan kenyamanan berkendara, tetapi juga menyangkut keselamatan serta aktivitas sehari-hari masyarakat.
Santi berharap pemerintah tidak lagi sekadar datang melakukan pendataan, pengukuran, maupun dokumentasi.
Ia meminta adanya langkah konkret agar jalan yang telah bertahun-tahun dikeluhkan tersebut segera diperbaiki.
“Kami memohon agar pemerintah bisa segera memperbaiki jalan ini karena sudah terlalu lama rusak, tak kunjung ada perbaikan,” tambahnya.
Bagindo Yakub.











