DaerahPendidikan

Apa Yang Membuat Ilmu Pemerintahan Unismuh Begitu Menarik Bagi Calon mahasiswa? Ini Jawabannya

×

Apa Yang Membuat Ilmu Pemerintahan Unismuh Begitu Menarik Bagi Calon mahasiswa? Ini Jawabannya

Sebarkan artikel ini

Oleh Muhammad Nur Rasul (Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Unismuh Makassar)

MAKASSAR, SEKINDO.ID- Memilih program studi bagi saya bukan sekedar menentukan jurusan untuk mendapatkan gelar sarjana. Lebih dari itu, pilihan tersebut merupakan proses menentukan ruang belajar yang dapat membentuk cara berpikir, memperluas perspektif, dan mempersiapkan diri untuk menghadapi persoalan masyarakat secara nyata.

Click Here

Sebagai Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, saya melihat bahwa Ilmu Pemerintahan bukan hanya tentang mempelajari birokrasi, struktur pemerintahan, atau bagaimana sebuah kebijakan dibuat.

Bagi saya, Ilmu Pemerintahan adalah tentang memahami bagaimana negara hadir di tengah masyarakat dan bagaimana kekuasaan serta kebijakan publik seharusnya dikelola untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Pandangan tersebut disampaikan Muhammad Nur Rasul, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Unismuh Makassar sekaligus Tokoh pemuda asal Kabupaten Takalar.

Menurut Rasul, pengalaman menjadi mahasiswa Ilmu Pemerintahan membuat dirinya semakin memahami bahwa persoalan pemerintahan tidak dapat dilihat hanya dari satu perspektif.

“Semakin belajar Ilmu Pemerintahan, saya semakin menyadari bahwa pemerintahan itu sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Mulai dari pelayanan publik, pembangunan, kebijakan pemerintah, sampai bagaimana pemerintah merespons aspirasi masyarakat,” ujar Rasul.

Bukan Hanya Sekedar Belajar Teori

Rasul menilai salah satu hal yang menarik dari Ilmu Pemerintahan adalah kesempatan mahasiswa untuk menghubungkan teori akademik dengan realitas pemerintahan di lapangan.

Menurutnya, mahasiswa dituntut untuk tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis dalam melihat berbagai persoalan publik.

“Menurut saya, mahasiswa pemerintahan tidak cukup hanya menghafal teori. Kita harus mampu membaca fenomena, menganalisis kebijakan, memahami kepentingan masyarakat, kemudian menawarkan gagasan yang konstruktif,” katanya.

Kondisi tersebut membuat pembelajaran Ilmu Pemerintahan menjadi relevan dengan berbagai persoalan yang terjadi di daerah. Dinamika politik lokal, pemerintahan desa, pelayanan publik, pembangunan daerah, partisipasi masyarakat, hingga hubungan pemerintah dan masyarakat menjadi bagian yang menarik untuk dikaji.

Bagi mahasiswa yang berasal dari daerah seperti Takalar, kata Rasul, realitas pemerintahan lokal justru menjadi ruang belajar yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Saya berasal dari Takalar. Ketika mempelajari pemerintahandaerah di kampus, saya bisa melihat bahwa teori yang dipelajari ternyata memiliki keterkaitan langsung dengan apa yang terjadi di daerah. Itu yang membuat saya merasa Ilmu Pemerintahan sangat relevan,” ungkapnya.

Akreditasi Unggul Jadi Salah Satu Pertimbangan

Rasul juga menilai status Akreditasi Unggul yang dimiliki ProgramStudiIlmuPemerintahan Unismuh menjadi salah satu pertimbangan penting bagi calon mahasiswa.

Menurutnya, akreditasi bukan satu-satunya ukuran kualitas pendidikan, tetapi menjadi salah satu indikator yang dapat memberikan gambaran mengenai kualitas penyelenggaraan program studi.

“Akreditasi Unggul tentu menjadi nilai tambah. Tetapi bagi saya pribadi, yang lebih penting adalah bagaimana kualitas tersebut benar-benar dirasakan mahasiswa melalui proses pembelajaran, lingkungan akademik, dosen, kegiatan penelitian, dan kesempatan untuk mengembangkan diri,” jelasnya.

Ia juga menyoroti keberadaan Otoritas ; Jurnal Ilmu Pemerintahan sebagai bagian dari ekosistem akademik dan riset di lingkungan Ilmu Pemerintahan Unismuh.

Menurutnya, budaya penelitian dan publikasi penting bagi mahasiswa karena pemerintahan membutuhkan gagasan yang lahir dari kajian ilmiah dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Peluang Pengembangan Diri Terbuka

Selain kegiatan akademik, Rasul melihat lingkungan kampus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan berbagai kemampuan pendukung.

Kemampuan komunikasi, kepemimpinan, organisasi, literasi digital, penelitian, dan kemampuan membangun jejaring, menurutnya, merupakan kompetensi yang penting dimiliki mahasiswa Ilmu Pemerintahan.

“Saya percaya mahasiswa pemerintahan harus punya kemampuan yang lebih luas. Kita belajar teori pemerintahan, tetapi juga harus mampu berkomunikasi, berorganisasi, memahami teknologi, melakukan riset, dan berinteraksi dengan masyarakat,” tutur Rasul.

Hal tersebut dinilainya penting karena lulusan Ilmu Pemerintahan memiliki ruang pengabdian yang luas, baik di pemerintahan, lembaga politik, organisasi masyarakat, sektor swasta, lembaga riset, maupun berbagai bidang pelayanan publik.

Beasiswa Membuka Kesempatan Lebih Luas

Hal lain yang menurut Rasul menjadi pertimbangan calon mahasiswa adalah tersedianya berbagai peluang beasiswa.

Di lingkungan Universitas Muhammadiyah Makassar terdapat sejumlah jalur beasiswa internal, seperti Hafidz Qur’an, Prestasi Akademik, Bibit Unggul Persyarikatan (BUP), dan jalur difabel.

Selain itu, terdapat pula peluang beasiswa eksternal seperti KIP Kuliah, Beasiswa Kalla, Beasiswa Unggulan dan program beasiswa pemerintah daerah, serta program yang mendukung mahasiswa internasional.

Menurut Rasul, keberadaan beasiswa mempunyai arti penting dalam memperluas akses pendidikan tinggi.

“Saya melihat beasiswa bukan hanya sebagai bantuan finansial. Lebih dari itu, beasiswa merupakan instrumen untuk membuka kesempatan bagi anak muda yang memiliki potensi agar tetap bisa mendapatkan pendidikan tinggi,” ujarnya.

Mengapa Memilih Ilmu Pemerintahan Unismuh Makassar?

Bagi Rasul, keputusan memilih IlmuPemerintahan Unismuh Makassar pada akhirnya bukan hanya mengenai reputasi sebuah perguruan tinggi.

Ada proses akademik, pengalaman belajar, lingkungan, kesempatan berkembang, dan relevansi ilmu dengan kehidupan masyarakat yang menjadi pertimbangan.

“Kalau ditanya apakah Ilmu Pemerintahan Unismuh menjadi pilihan yang tepat bagi saya, jawabannya iya. Karena saya tidak hanya mendapatkan pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan perspektif baru tentang bagaimana melihat pemerintahan dan masyarakat,” kata Rasul.

Ia berharap mahasiswa Ilmu Pemerintahan tidak hanya mengejar gelar akademik, tetapi juga mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan publik.

“Kita adalah generasi yang nantinya akan berhadapan langsung dengan berbagai persoalan pemerintahan. Karena itu, sejak menjadi mahasiswa kita harus membangun kapasitas, integritas, dan kepekaan terhadap masyarakat,” jelasnya
Sebagai penutup, Muhammad Nur Rasul mengajak para calon mahasiswa untuk tidak ragu memilih dan mendaftarkan diri di Program Studi Ilmu Pemerintahan Unismuh Makassar.

Menurutnya, pilihan terhadap program studi harus didasarkan pada pertimbangan akademik sekaligus prospek pengembangan diri dan karier. Ia melihat bahwa lulusan Ilmu Pemerintahan memiliki ruang pengabdian yang luas. Banyak alumni yang kemudian berkarier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), tenaga profesional, akademisi, peneliti, hingga berkiprah sebagai tokoh di berbagai instansi pemerintahan dan lembaga publik.

“Jangan ragu untuk mendaftarkan diri di Ilmu Pemerintahan Unismuh. Jangan hanya melihat jurusan dari namanya, tetapi lihat bagaimana ilmu ini dapat membentuk cara kita berpikir, memahami masyarakat, dan mempersiapkan masa depan. Lulusan Ilmu Pemerintahan memiliki ruang karier yang luas dan dapat mengambil peran di berbagai sektor,” ujar Rasul.

Bagi Rasul, perjalanan menjadi mahasiswa Ilmu Pemerintahan merupakan bagian dari proses menemukan ruang untuk belajar sekaligus mempersiapkan diri mengambil peran di tengah masyarakat.

“Ilmu Pemerintahan adalah program studi yang kupilih, dan Unismuh Makassar adalah universitas yang kucari. Di sinilah saya ingin belajar, bertumbuh, membangun kapasitas, dan mempersiapkan diri untuk masa depan,” tutupnya.(*)