Sekilasindonesia.id TANGERANG — Keluhan masyarakat kembali mencuat terkait proyek pembangunan Jalan Cisoka-Cangkudu di Kabupaten Tangerang, Banten.
Warga mengaku lelah karena kondisi jalan yang setiap tahun dibongkar dan kembali dicor, sementara saluran drainase atau got dinilai belum mendapat perhatian maksimal.
Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena ketika hujan turun, air kerap meluap dan menggenangi kawasan perempatan Cilaban, Desa Bojongloa, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang.
Pantauan awak media pada Kamis (3/9/2026), setelah sejumlah pemberitaan mengenai keluhan warga ramai diperbincangkan, terlihat sebuah alat berat jenis beko mengeruk saluran got di sekitar lokasi proyek.
Di tengah aktivitas tersebut, awak media menemui salah seorang warga yang memiliki usaha perabotan, Hj. Tuti alias Hj. Uting.
Ia sebelumnya mengeluhkan kurangnya sosialisasi terkait pekerjaan yang berdampak langsung terhadap tempat usahanya.
Menurut Hj. Uting, sebelum pekerjaan dilakukan, tidak ada pihak pemerintah maupun pelaksana proyek yang datang memberikan penjelasan mengenai rencana perbaikan jalan dan saluran drainase di depan warung miliknya.
Namun, pada Kamis pagi, salah seorang pihak dari pelaksana proyek CV Wildan Sentosa datang bersama pihak terkait untuk meminta izin melakukan pembongkaran bagian depan warungnya guna memperbaiki saluran got.
Tadi ada yang datang ke sini, anak Pak Haji sama Pak RT. Katanya mau dibongkar ini.
“Kata Ema, silakan bongkar, tapi rapihkan lagi yang akan dibongkar depan warung Ema, untuk pembangunan got,” ungkap Hj. Tuti alias Hj. Uting.
Ia mengatakan, dirinya pada dasarnya tidak keberatan apabila pembongkaran tersebut memang bertujuan memperbaiki saluran drainase dan mengatasi persoalan banjir yang selama ini dikeluhkan warga.
Namun, Hj. Uting berharap bagian tempat usahanya yang dibongkar dapat dikembalikan dan dirapikan setelah pekerjaan selesai.
“Sebelumnya tidak ada yang datang ke sini. Mau Ema, kalau sudah dibongkar pengennya dibangunin lagi,” ujarnya.
Bagindo Yakub.











