Berita

Tokoh Cisoka Soroti Jalan Cisoka–Cangkudu : “Jangan Bongkar Jalan yang Masih Bagus, Uang Rakyat Harus Tepat Sasaran”

×

Tokoh Cisoka Soroti Jalan Cisoka–Cangkudu : “Jangan Bongkar Jalan yang Masih Bagus, Uang Rakyat Harus Tepat Sasaran”

Sebarkan artikel ini

Sekilasindonesia.id TANGERANG — Kondisi dan pelaksanaan pekerjaan Jalan Cisoka–Cangkudu, Kabupaten Tangerang, kembali mendapat sorotan, kali ini, kritik datang dari salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Cisoka, Tb H Jalaludin, yang mempertanyakan prioritas perbaikan jalan serta kualitas pekerjaan yang dilakukan.

Tb H Jalaludin mengaku kerap melintasi ruas Jalan Cisoka–Cangkudu saat hendak berangkat bekerja menuju Muara Angke, Jakarta.

Click Here

Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan penjelasan apabila ruas jalan yang dinilai masih layak digunakan kembali dibongkar dan diperbaiki dalam waktu yang relatif singkat.

Ia juga menyoroti masih adanya sejumlah jalan di wilayah Kecamatan Cisoka yang mengalami kerusakan dan membutuhkan perhatian pemerintah. Salah satunya berada di wilayah Desa Cempaka yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Jalan Cisoka–Cangkudu masa satu tahun sudah dibongkar, sudah rusak, sudah hancur lagi, ini ada apa coba? Saat mau memperbaiki jalan, ditinjau ulang lagi mana jalan yang benar-benar rusak dan pas pengerjaan harus sesuai dengan RAB.

“Para pemborong jangan asal-asalan pengerjaannya,” kata Tb H Jalaludin saat diwawancarai awak media, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, pemerintah daerah harus lebih selektif dalam menentukan ruas jalan yang menjadi prioritas pembangunan.

Ia meminta agar anggaran pembangunan infrastruktur benar-benar diarahkan kepada jalan yang kondisinya sudah rusak parah dan membutuhkan penanganan segera.

Bupati Tangerang, Kepala Dinas Marga, Camat Cisoka, dan Kepala Desa coba ditinjau ulang kembali mana yang betul-betul harus diperbaiki.

“Jalan-jalan di Cisoka jangan jalan masih bagus main dibongkar saja, hambur-hamburkan uang rakyat,” ungkapnya.

Tb H Jalaludin juga meminta agar setiap proses pengerjaan proyek jalan mendapat pengawasan yang lebih ketat.

Menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya mengandalkan laporan dari pihak pelaksana atau pemborong, tetapi perlu melakukan pengecekan langsung terhadap kualitas pekerjaan di lapangan.

Ia menilai pekerjaan perbaikan jalan yang tidak tepat sasaran selain berpotensi membebani anggaran, juga menimbulkan dampak langsung bagi masyarakat berupa kemacetan dan terganggunya aktivitas pengguna jalan.

“Kalau ingin memperbaiki jalan, cari yang rusak parah, jangan yang masih bagus diperbaiki dan Jangan sampai masyarakat setiap tahun dilelahkan dengan kemacetan akibat adanya perbaikan jalan,” tegasnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang dan seluruh pihak terkait dapat melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pembangunan jalan, mulai dari penentuan lokasi, proses pengerjaan hingga pengawasan kualitas proyek.

Menurutnya, anggaran pembangunan merupakan uang rakyat yang harus digunakan secara efektif, transparan, dan tepat sasaran untuk kepentingan masyarakat.

“Jangan main-main dengan uang rakyat. Uang yang dititipkan kepada negara harus dikembalikan lagi kepada rakyat dalam bentuk pembangunan yang benar-benar dibutuhkan,” pungkas Tb H Jalaludin.

Bagindo Yakub.