Pendidikan

Dosen Geografi UNM Integrasikan Geotagging dan Nature-Based Solution dalam Pembelajaran di SMAN 2 Makassar

×

Dosen Geografi UNM Integrasikan Geotagging dan Nature-Based Solution dalam Pembelajaran di SMAN 2 Makassar

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR – Dosen Jurusan Geografi Universitas Negeri Makassar (UNM) mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis lingkungan melalui kegiatan “Sekolah sebagai Laboratorium Mini Biogeografi Berbasis Nature-Based Solution: Integrasi Aplikasi Geotagging dan Analisis Ekologi Flora–Fauna Perkotaan di SMAN 2 Makassar.” Kegiatan ini dilaksanakan pada 3–4 Agustus 2026 di SMA Negeri 2 Makassar.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Dosen Jurusan Geografi UNM dengan dukungan Dana Hibah PNBP Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNM. Program ini diarahkan untuk mengoptimalkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar sekaligus laboratorium mini bagi pembelajaran biogeografi.

Click Here

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mempelajari flora dan fauna melalui materi pembelajaran di kelas, tetapi juga diajak melakukan pengamatan secara langsung di lingkungan sekolah. Siswa mengenali berbagai jenis tumbuhan dan hewan, mendokumentasikan objek yang ditemukan, serta mencatat lokasi keberadaannya menggunakan aplikasi geotagging berbasis Android.

Pemanfaatan geotagging memberikan pengalaman baru bagi siswa dalam menghubungkan objek flora dan fauna dengan lokasi geografisnya. Setiap hasil pengamatan dapat dilengkapi dengan informasi koordinat sehingga data yang dikumpulkan tidak hanya berupa dokumentasi, tetapi juga menjadi data spasial yang dapat digunakan untuk membuat peta persebaran flora dan fauna di lingkungan sekolah.

Data hasil pengamatan kemudian dimanfaatkan untuk melakukan analisis sederhana mengenai kondisi ekologis, komposisi jenis, kelimpahan, keanekaragaman, dan persebaran flora-fauna. Dengan demikian, siswa memperoleh pengalaman melakukan proses ilmiah mulai dari mengamati, mengumpulkan data, mencatat lokasi, mengolah data, menganalisis, hingga menarik kesimpulan berdasarkan kondisi lingkungan yang mereka temukan sendiri.

Selain teknologi geotagging, kegiatan juga memperkenalkan konsep Nature-Based Solution (NBS). Pendekatan ini mendorong siswa untuk melihat keberadaan vegetasi dan ruang terbuka sekolah bukan sekadar sebagai bagian dari lanskap sekolah, tetapi juga sebagai unsur yang memiliki fungsi ekologis dan dapat mendukung kualitas lingkungan perkotaan.

Potensi ruang terbuka, vegetasi, serta keberadaan flora dan fauna di lingkungan SMAN 2 Makassar selanjutnya menjadi bahan untuk mengidentifikasi ruang yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari pembelajaran sekaligus mendukung lingkungan sekolah yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Integrasi geotagging, analisis ekologi, dan Nature-Based Solution juga diarahkan untuk membangun Research-Based Learning (RBL). Melalui pendekatan ini, siswa ditempatkan sebagai pelaku utama dalam proses pengumpulan dan analisis data lingkungan. Guru berperan mendampingi dan mengarahkan kegiatan sehingga hasil pengamatan dapat dikembangkan menjadi bagian dari pembelajaran Geografi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengembangkan Laboratorium Mini Biogeografi di SMAN 2 Makassar. Konsep laboratorium tidak terbatas pada ruang khusus dengan peralatan tertentu, tetapi dapat dikembangkan melalui pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai laboratorium hidup. Lingkungan sekolah menyediakan objek nyata yang dapat diamati, didokumentasikan, dipetakan, dan dianalisis oleh siswa.

Pengembangan laboratorium mini tersebut diharapkan dapat memberikan model pembelajaran Geografi yang lebih kontekstual dan memanfaatkan perkembangan teknologi digital. Siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang biogeografi, tetapi juga belajar menggunakan data spasial dan memahami hubungan antara organisme, ruang, serta kondisi lingkungan perkotaan.

Bagi guru, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi alternatif dalam mengembangkan pembelajaran berbasis lingkungan dan penelitian sederhana. Sementara bagi sekolah, hasil kegiatan dapat menjadi dasar untuk mengembangkan pemanfaatan ruang terbuka sekolah sebagai sumber belajar sekaligus mendukung penerapan konsep lingkungan berkelanjutan.

Kegiatan yang didukung Dana Hibah PNBP FMIPA UNM ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung inovasi pembelajaran di sekolah. Kolaborasi antara dosen, guru, dan siswa diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga lingkungan sekolah benar-benar dapat berfungsi sebagai ruang belajar yang aktif, kontekstual, dan berkelanjutan.

Melalui integrasi Geografi, teknologi geotagging, analisis ekologi, dan Nature-Based Solution, SMAN 2 Makassar diharapkan dapat menjadi contoh bahwa lingkungan sekolah dapat dikembangkan sebagai laboratorium pembelajaran biogeografi yang sederhana, berbasis data, dan relevan dengan tantangan lingkungan perkotaan.