Berita

Bupati dan Wabup Takalar Antar Almarhum H.M. Natsir Ibrahim ke Peristirahatan Terakhir Dimakam TMP Polongbangkeng 

×

Bupati dan Wabup Takalar Antar Almarhum H.M. Natsir Ibrahim ke Peristirahatan Terakhir Dimakam TMP Polongbangkeng 

Sebarkan artikel ini

TAKALAR – Mantan Wakil Bupati Takalar, H.M. Natsir Ibrahim, dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP)Polongbangkeng, Kabupaten Takalar, Sabtu (22/8/2026). Prosesi pemakaman yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri jajaran pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), keluarga, sahabat, serta tokoh masyarakat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Upacara pemakaman dilaksanakan sekitar pukul 13.00 WITA di Taman Makam Pahlawan Polongbangkeng, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang. Dandim 1426/Takalar Letkol Inf Anton Timotius Milala bertindak sebagai inspektur upacara dalam prosesi penghormatan terakhir tersebut.

Click Here

Turut hadir Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye bersama Ketua TP PKK Kabupaten Takalar Dewi Sri Ekowati Firdaus, Wakil Bupati Takalar Dr. H. Hengky Yasin, mantan Ketua DPRD Takalar Nasar Baso, Anggota DPR RI Achmad Daeng Se’re, sejumlah anggota DPRD, Forkopimda, mantan pejabat daerah, serta tokoh masyarakat. Keluarga almarhum, termasuk istri Hj. Ugi dan anaknya Gagi, juga mengikuti seluruh rangkaian pemakaman.

Prosesi diawali dengan penghormatan terakhir kepada almarhum, dilanjutkan pembacaan riwayat hidup dan amanat upacara. Selanjutnya dilakukan penurunan jenazah ke liang lahat, penimbunan makam, tabur bunga, serta doa penutup sebagai penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian almarhum kepada daerah.

Dalam amanatnya, Wakil Bupati Takalar Hengky Yasin menyampaikan bahwa H.M. Natsir Ibrahim merupakan bagian penting dari perjalanan pemerintahan dan politik di Kabupaten Takalar. Menurutnya, dedikasi dan pengalaman almarhum selama mengemban amanah sebagai wakil bupati menjadi bagian dari sejarah daerah yang patut dikenang dan dihargai oleh generasi penerus.

Senada dengan itu, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye memberikan penghormatan atas pengabdian almarhum selama berkecimpung dalam pemerintahan. Ia menilai perjalanan dan kontribusi H.M. Natsir Ibrahim telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kabupaten Takalar.

“Beliau adalah bagian dari perjalanan pemerintahan Takalar. Pengabdian dan pengalaman yang beliau tinggalkan menjadi bagian dari sejarah daerah yang patut kita hormati,” ujar Daeng Manye.

Sementara itu, Dandim 1426/Takalar Letkol Inf Anton Timotius Milala mengatakan bahwa upacara pemakaman tersebut merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi dan jasa almarhum selama mengabdi kepada masyarakat dan daerah.

“Kepergian almarhum merupakan kehilangan besar bagi kita semua, khususnya bagi keluarga dan masyarakat Kabupaten Takalar. Namun, kita harus menerima ketentuan Allah SWT dengan lapang dada dan penuh keikhlasan,” ungkap Anton.

Ia juga mengenang almarhum sebagai sosok yang rendah hati, teguh memegang prinsip, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap persatuan dan kebersamaan masyarakat. Menurutnya, H.M. Natsir Ibrahim dikenal sebagai tokoh yang senantiasa berupaya menyatukan berbagai elemen demi kemajuan daerah.

Kenangan serupa disampaikan salah satu kerabat almarhum, Asis Kawang. Ia menyebut H.M. Natsir Ibrahim sebagai pribadi yang dermawan dan dekat dengan masyarakat.

“Beliau itu orangnya royal. Hampir setiap ada keluhan dan kita menghadap, pasti ada sumbangsihnya, biar sedikit,” kenang Asis.

H.M. Natsir Ibrahim lahir di Bantaeng, Sulawesi Selatan, pada 17 April 1967. Almarhum mengembuskan napas terakhir di RSUD Haji Padjonga Daeng Ngalle Takalar pada Jumat (21/8/2026) pukul 12.21 WITA akibat gangguan jantung. Setelah disemayamkan di rumah duka di Dusun Soreang, Desa Jipang, Kecamatan Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa, jenazah kemudian dibawa kembali ke Takalar untuk mendapatkan penghormatan terakhir sebelum dimakamkan di TMP Polongbangkeng.

Semasa hidupnya, H.M. Natsir Ibrahim pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Takalar periode 2009–2014 dan menjadi Wakil Bupati Takalar periode 2012–2017 mendampingi Bupati Burhanuddin Baharuddin. Di penghujung masa jabatannya, almarhum juga sempat dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Takalar selama enam hari.

Prosesi pemakaman berakhir sekitar pukul 13.30 WITA. Kepergian H.M. Natsir Ibrahim meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat Takalar yang mengenalnya sebagai tokoh yang memiliki dedikasi panjang dalam pemerintahan dan kehidupan sosial kemasyarakatan.