Daerah

Ketua Panitia Milad ke-109 Aisyiyah Bantaeng: Semangat Kebersamaan Kunci Suksesnya Dakwah Kemanusiaan

×

Ketua Panitia Milad ke-109 Aisyiyah Bantaeng: Semangat Kebersamaan Kunci Suksesnya Dakwah Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini

BANTAENG – Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Bantaeng menggelar Resepsi Milad ke-109 Aisyiyah tingkat Kabupaten Bantaeng di Gedung Balai Kartini, Sabtu (18/7/2026). Mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, kegiatan ini menjadi momentum refleksi perjalanan Aisyiyah sekaligus penegasan komitmen organisasi dalam menghadirkan dakwah yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Di balik suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut, terdapat sosok Ketua Panitia Pelaksana, Suryanti S, guru SMP Negeri 2 Bantaeng sekaligus pengurus PDA Kabupaten Bantaeng. Suryanti dikenal aktif di dunia pendidikan dan organisasi, serta pernah mengharumkan nama daerah melalui raihan medali pada Lomba Inovasi Guru dalam ajang Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (PORSENIJAR) PGRI di Kabupaten Soppeng tahun 2023.

Click Here

Menurut Suryanti, keberhasilan Milad ke-109 Aisyiyah merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa semangat kebersamaan menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.

“Suksesnya pelaksanaan Milad ke-109 Aisyiyah ini tidak terlepas dari kerja sama dan dukungan seluruh pengurus, panitia pelaksana, serta semua pihak yang telah membantu dan berkontribusi. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan Aisyiyah dalam menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam laporan kepanitiaannya, Suryanti menjelaskan bahwa tema Milad diwujudkan melalui berbagai aksi nyata yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah penerapan kebijakan bebas plastik sekali pakai selama pelaksanaan kegiatan. Seluruh peserta diwajibkan membawa botol minum atau tumbler masing-masing, sementara panitia menyediakan pos air minum isi ulang di area kegiatan.

“Kami tidak membagikan air mineral kemasan plastik sekali pakai sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Langkah sederhana ini merupakan dukungan nyata terhadap upaya pengurangan sampah plastik sekaligus bentuk dakwah yang memberikan dampak langsung bagi kebaikan bersama,” jelasnya.

Suryanti juga mengungkapkan bahwa perayaan Milad tahun ini tidak hanya berfokus pada resepsi puncak, tetapi dirangkaikan dengan berbagai kegiatan sejak 23 Juni hingga 10 Juli 2026. Pengajian Milad dilaksanakan secara bergilir di sembilan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) se-Kabupaten Bantaeng sebagai upaya mempererat ukhuwah dan memperluas syiar dakwah hingga ke pelosok daerah.

Di bidang sosial dan kesehatan, Aisyiyah menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia yang dipusatkan di Klinik Siti Khadijah Aisyiyah Bantaeng di Jalan Karaeng Kasia. Puncak perayaan Milad juga ditandai dengan Wisuda Senior Care School yang meluluskan 23 peserta didik sebagai tenaga pendamping lansia yang dipersiapkan secara profesional.

“Dengan bekal pendidikan holistik yang telah mereka terima, kami berharap para wisudawati mampu menjadi tenaga pendamping lansia yang profesional, penuh empati, dan bermanfaat bagi keluarga maupun masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PDA Kabupaten Bantaeng, Shaurawiyah Pakkanna, menegaskan bahwa tantangan sosial ke depan semakin kompleks, terutama dalam aspek ketahanan ekonomi perempuan dan perlindungan kelompok rentan. Karena itu, Aisyiyah terus hadir melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.

“Melalui Sekolah Wirausaha Aisyiyah kami mendorong kemandirian ekonomi perempuan, melalui Senior School Day Care kami memuliakan para lansia, dan melalui pelatihan instruktur sempoa kami memperkuat kapasitas generasi penerus,” ungkapnya.

Shaurawiyah juga menyampaikan kabar menggembirakan bahwa Klinik Siti Khadijah Aisyiyah Bantaeng telah dinyatakan lulus verifikasi sebagai fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan. Ia mengajak seluruh warga Muhammadiyah dan masyarakat untuk mendukung pengembangan amal usaha tersebut dengan memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.

Dukungan terhadap transformasi dakwah Aisyiyah turut disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Sulawesi Selatan, Mahmudah. Akademisi Universitas Negeri Makassar (UNM) itu menegaskan bahwa dakwah Aisyiyah saat ini telah berkembang menjadi gerakan sosial transformatif yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

“Aisyiyah bukan tidak lagi berceramah, tetapi telah memperluas jalur dakwahnya. Dakwah tidak hanya berada di mimbar masjid, tetapi hadir melalui gerakan sosial, pemberdayaan perempuan, pelayanan kesehatan, dan pendampingan kelompok rentan,” tegasnya.

Milad ke-109 Aisyiyah Kabupaten Bantaeng menjadi bukti bahwa gerakan perempuan Muhammadiyah terus bertransformasi melalui penguatan pendidikan, pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, pelestarian lingkungan, serta perlindungan terhadap kelompok rentan. Dakwah tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata yang menghadirkan manfaat, perdamaian, dan keberkahan bagi masyarakat luas.