Sekilasindonesia.id CILEGON – Persoalan pengangguran di Kota Cilegon kembali menjadi sorotan, aktivis jalanan yang akrab disapa Kang Ade menyampaikan pandangannya terkait isu pengangguran.
Dan sekaligus mengkritisi kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai harus lebih inovatif dan responsif dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.
Menurut Kang Ade, pembahasan mengenai pengangguran tidak cukup hanya menjadi isu yang terus diperbincangkan tanpa diikuti langkah nyata dari seluruh pihak terkait.
Ia menilai setiap OPD sebagai perangkat daerah memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan inovasi, bekerja secara profesional, serta memiliki inisiatif mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Jangan hanya mencari solusi untuk kepentingan pribadi masing-masing, ingat, saudara kalian bukan bos.
“Jangan seolah-olah menjadi raja yang memiliki seluruh kebijakan dan kekuasaan, karena kekuasaan ada di tangan rakyat,” tegas Kang Ade kepada awak media.
Ia juga menyoroti posisi Kota Cilegon sebagai kawasan industri yang seharusnya mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja lokal.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, kalangan legislatif, dan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Cilegon agar tercipta kebijakan yang konkret dan terbuka dalam menekan angka pengangguran.
Kang Ade menambahkan, pemerintah harus memiliki target yang jelas dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sehingga mampu memenuhi kebutuhan dunia industri yang terus berkembang di Kota Cilegon.
Mimpi tentu boleh, tetapi harus dibarengi komitmen untuk memperbaiki kondisi masyarakat.
“Pemerintah harus mengedepankan kepentingan rakyat dan menyukseskan program-program pro rakyat,” ujarnya, Sabtu (18/07/2026).
Dalam penyampaiannya, Kang Ade juga mengingatkan bahwa hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak telah dijamin dalam UUD 1945 Pasal 27 Ayat (2).
Sementara Pasal 28H menjamin hak setiap warga negara untuk hidup sejahtera, memperoleh lingkungan yang baik, serta mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak.
“Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat menjadikan persoalan pengangguran sebagai prioritas bersama, sehingga keberadaan industri di Kota Cilegon benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat setempat,” harapnya.
Bagindo Yakub.











