Berita

205 Siswa Baru SMPN 13 Kota Cilegon Ikuti MPLS Ramah Anak, Tanpa Perpeloncoan dan Bullying

×

205 Siswa Baru SMPN 13 Kota Cilegon Ikuti MPLS Ramah Anak, Tanpa Perpeloncoan dan Bullying

Sebarkan artikel ini

Sekilasindonesia.id CILEGON – SMPN 13 Kota Cilegon resmi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 pada Senin (13/07/2026).

Sebanyak 205 murid baru mengikuti hari pertama MPLS dengan kehadiran mencapai 100 persen.

Click Here

Kepala SMPN 13 Kota Cilegon, H. Drs. Agus Maryanto, MM, mengatakan bahwa pelaksanaan MPLS tahun ini mengusung konsep sekolah ramah anak dengan mengedepankan kenyamanan peserta didik serta meniadakan segala bentuk perpeloncoan, bullying, maupun tindakan kekerasan.

“Alhamdulillah pembukaan MPLS diikuti 205 murid baru dan semuanya hadir. Tema MPLS tahun ini menegaskan bahwa tidak boleh ada perpeloncoan, bullying maupun tindakan kekerasan sehingga anak-anak merasa nyaman, senang, dan siap belajar di sekolah,” ujarnya.

Agus menjelaskan, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang berlangsung selama tiga hari, MPLS tahun ini dilaksanakan selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, kurikulum, guru, tenaga kependidikan, ruang-ruang belajar, hingga berbagai fasilitas sekolah.

Selain itu, terdapat materi tambahan mengenai Anak Indonesia Hebat yang berisi pembiasaan tujuh kebiasaan positif bagi peserta didik.

Ia berharap seluruh murid baru mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan disiplin sehingga bekal yang diperoleh selama MPLS dapat menjadi dasar dalam menjalani proses pembelajaran di jenjang SMP.

“Saya berharap seluruh murid baru mengikuti MPLS dengan baik dan disiplin agar seluruh materi yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi bekal menghadapi pembelajaran di SMP yang tentu berbeda dengan saat mereka masih di SD,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia MPLS yang juga Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Drs. Haris, menegaskan bahwa sekolah berkomitmen menciptakan suasana yang ramah dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik.

Yang kami lakukan adalah menyambut anak-anak dengan baik sesuai arahan pemerintah.

“Sekolah harus ramah terhadap anak, sehingga mereka merasa nyaman belajar tanpa rasa takut atau khawatir mengalami bullying,” jelas Haris.

Menurutnya, setiap hari kegiatan MPLS diisi dengan penyampaian materi, permainan ice breaking, dan aktivitas edukatif yang dikemas secara menarik agar siswa tidak merasa bosan selama lima hari pelaksanaan.

Selain materi dari dewan guru, sekolah juga menghadirkan narasumber dari berbagai instansi, seperti BNN untuk penyuluhan bahaya narkoba, Palang Merah Indonesia (PMI), serta lembaga kearsipan.

Materi lain seperti Wawasan Wiyata Mandala dan pengenalan kurikulum disampaikan langsung oleh tenaga pendidik SMPN 13 Kota Cilegon.

Haris juga menegaskan bahwa SMPN 13 Kota Cilegon menerapkan pendidikan yang inklusif dengan memberikan perhatian yang sama kepada seluruh siswa, termasuk peserta didik penyandang disabilitas.

Tahun ini ada dua siswa disabilitas. Kami tidak membeda-bedakan mereka.

Semua memiliki hak yang sama untuk belajar dan mendapatkan pelayanan pendidikan yang nyaman.

“Itulah semangat sekolah ramah anak yang terus kami bangun,” pungkasnya.

Bagindo Yakub.