Sekilas Indonesia, Maros – Aksi mulia dan menginspirasi datang dari seorang anggota Bhabinkamtibmas di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Di tengah kesibukannya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, polisi berpangkat Ajun Inspektur Polisi Satu (AIPTU) ini rela menyisihkan sebagian besar gaji dan penghasilan pribadinya untuk membangun sebuah Rumah Tahfidz Al-Qur’an gratis bagi anak-anak di desa binaannya.
Langkah nyata ini diambil demi mencetak generasi muda yang berakhlak mulia dan bebas dari buta aksara Al-Qur’an.
Ide pembangunan Rumah Tahfidz ini bermula dari permintaan warga langsung kepada Aiptu Cakra Sitaba, mengingat di desanya belum ada pondok tahfidz untuk anak anak.
Selain itu, jarak tempat pengajian yang cukup jauh dari pemukiman warga menjadi kendala tersendicar bagi anak-anak untuk memperdalam ilmu agama.
“Saya melihat potensi anak-anak di desa ini sangat besar. Sayang jika waktu muda mereka tidak diisi dengan hal positif. Dari situ, saya bertekad mendirikan wadah belajar Al-Qur’an yang nyaman,” ujarnya saat ditemui di lokasi pembangunan, Senin (13/7/2026).
Niat baik tidak selalu berjalan mulus. Keterbatasan anggaran sempat menjadi tembok besar. Tak ingin proposalnya membebani warga, sang polisi memilih jalan mandiri. Ia mulai menyisihkan sebagian gaji bulanan sebagai anggota Polri, ditambah dengan hasil dari usaha sampingan yang ia kelola bersama keluarga.
Secara perlahan, bata demi bata mulai tersusun. Proses pembangunanpun telah ranpung.
“Alhamdulillah sejak awal bulan juli 2026, pondok tahfidz ini sudah mulai digunakan untuk santri belajar, saat ini santri yang terdaftar sudah mencapai 40 santri,” ungkapnya.
Langkah humanis yang ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas ini mendapat apresiasi luar biasa, baik dari masyarakat desa maupun jajaran Polres Maros.
Salah warga mengaku sangat terbantu karena anak-anak mereka kini memiliki fasilitas belajar agama yang layak dekat dari rumah.
<span;>Kapolres Maros AKBP Douglas Mahendrajaya S.H,., S.I.K., M.I.K., M.Tr.Opsla <span;>Menyampaikan rasa bangganya dan menegaskan bahwa aksi ini adalah contoh nyata dari Polri yang hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang sesungguhnya.
Rumah Tahfidz yang ini nantinya tidak hanya mengajarkan cara membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga akan dibekali dengan pelajaran akhlak dan wawasan kebangsaan sejak dini.
Melalui program ini, sang Bhabinkamtibmas berharap bisa menekan angka kenakalan remaja sekaligus menciptakan lingkungan desa yang aman, damai, dan religius.











