Sekilasindonesia.id CILEGON — Suasana penuh khidmat dan hangat mewarnai acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Cilegon dari Virgaliano kepada Febrianda Ryendra yang digelar di Kota Cilegon, Rabu (07/05/2026).
Momentum tersebut menjadi bagian penting dalam estafet kepemimpinan penegakan hukum di wilayah Kota Cilegon.
Kegiatan berlangsung penuh keakraban dan dihadiri berbagai unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat lintas sektoral, hingga tokoh masyarakat.
Hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota Cilegon, Wakil Wali Kota Cilegon, Ketua DPRD Kota Cilegon, Kapolres Cilegon, Dandim 0623/Cilegon, Bea Cukai Merak, Kepala BNN Kota Cilegon, jajaran Kementerian Agama Kota Cilegon, Danlanal Kota Cilegon, Kepala Imigrasi Kota Cilegon, Ketua KONI Kota Cilegon, pejabat eselon II, unsur pimpinan BUMN, BUMD, BUMS, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Kajari Cilegon yang baru, Febrianda Ryendra, menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat Kota Cilegon.
Ia menegaskan bahwa penugasan di wilayah Banten bukanlah pengalaman baru dalam perjalanan kariernya.
Bertugas di wilayah Banten bukan hal yang baru bagi saya.
“Selama kurang lebih 27 tahun berkarier, saya sudah sekitar empat tahun setengah bertugas di Banten,” ujarnya.
Febrianda berharap kehadirannya dapat diterima dengan baik oleh seluruh unsur Forkopimda dan Pemerintah Kota Cilegon.
Ia juga menekankan pentingnya membangun sinergitas antar lembaga demi menjaga stabilitas serta penegakan hukum yang berkeadilan.
“Saya berharap Forkopimda dan lintas sektoral Pemerintah Kota Cilegon dapat menerima kehadiran saya dan bersama-sama membangun sinergi dalam menegakkan hukum,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Febrianda Ryendra turut menyoroti pentingnya penanganan tindak pidana korupsi yang tidak hanya berfokus pada proses hukum, namun juga pada penyelamatan dan pengembalian kerugian negara.
Menurutnya, tujuan utama dalam pemberantasan korupsi adalah bagaimana uang negara yang hilang dapat kembali untuk kepentingan masyarakat.
Di dalam menuntaskan korupsi, yang menjadi utama adalah bagaimana uang negara bisa kembali.
“Penegakan hukum harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan negara,” tegasnya.
Tak hanya itu, Kajari baru Cilegon juga membuka ruang komunikasi seluas-luasnya kepada masyarakat.
Ia menegaskan pihaknya siap menerima berbagai laporan maupun informasi apabila ditemukan adanya dugaan kejanggalan dalam pengelolaan anggaran atau indikasi pelanggaran hukum lainnya.
Saya membuka ruang dan akses seluas-luasnya kepada masyarakat Kota Cilegon.
Jika ada hal-hal yang dianggap janggal terkait pengelolaan anggaran, jangan segan untuk melaporkan.
“Kami akan transparan dalam menuntaskan setiap permasalahan,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut mendapat perhatian positif dari para tamu undangan yang hadir.
Semangat transparansi dan keterbukaan yang disampaikan Kajari baru dinilai menjadi sinyal kuat dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
Sementara itu, momen pisah sambut juga diwarnai dengan penyampaian apresiasi kepada Virgaliano atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjabat sebagai Kajari Cilegon.
Selama masa kepemimpinannya, berbagai program dan koordinasi lintas sektoral dinilai berjalan baik dalam menjaga kondusivitas daerah.
Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan sesi foto bersama seluruh unsur Forkopimda serta tamu undangan sebagai simbol soliditas dan komitmen bersama dalam menjaga sinergi antara aparat penegak hukum dan pemerintah daerah di Kota Cilegon.
Bagindo Yakub.











