TAKALAR – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa dan Sastra Indonesia SMA Kabupaten Takalar menggelar Festival Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia 2026 sebagai upaya menumbuhkan budaya literasi sekaligus mengembangkan kreativitas pelajar.
Kegiatan perdana yang mengusung tema “Menguatkan Literasi, Menghidupkan Bahasa dan Mengapresiasi Sastra Indonesia” ini berlangsung di Aula Dinas Perpustakaan Kabupaten Takalar, Kamis (29/10/2026). Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Takalar, Zainal Mannang, serta Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jeneponto–Takalar, Hamzah.
Festival ini menghadirkan tiga cabang perlombaan, yakni stand-up comedy, pidato, dan baca puisi. Sebanyak 34 siswa dari 12 SMA negeri di Kabupaten Takalar ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Melalui perlombaan ini, para siswa diberi ruang untuk mengasah kemampuan berbahasa, meningkatkan keberanian tampil di depan umum, serta menyampaikan gagasan secara kreatif dan komunikatif.
Ketua Panitia Penyelenggara, Sri Rejeki Arif, didampingi Sekretaris Panitia, Hajar, menyampaikan bahwa festival tersebut untuk pertama kalinya dilaksanakan oleh MGMP Bahasa dan Sastra Indonesia SMA Kabupaten Takalar. Menurutnya, terselenggaranya kegiatan ini merupakan hasil kerja keras para guru serta dukungan berbagai pihak, meskipun di tengah keterbatasan anggaran. “Kami bersyukur karena kegiatan yang telah direncanakan ini akhirnya bisa terlaksana. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan berpartisipasi dalam menyukseskan festival ini,” ujarnya.
Sri Rejeki berharap pelaksanaan festival pada tahun pertama ini menjadi langkah awal untuk membangun kegiatan literasi yang berkelanjutan di lingkungan SMA se-Kabupaten Takalar. Panitia juga berharap seluruh sekolah dapat berpartisipasi pada pelaksanaan berikutnya sehingga semakin banyak pelajar memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi, bakat, dan kreativitasnya melalui bahasa dan sastra Indonesia.
Ketua MGMP Bahasa dan Sastra Indonesia SMA Kabupaten Takalar, Basmawati, mengatakan bahwa Kabupaten Takalar memiliki 13 SMA negeri dan dua SMA swasta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 sekolah mengikuti festival tahun ini. Ia menyebutkan terdapat 63 guru Bahasa Indonesia yang aktif di tingkat SMA se-Kabupaten Takalar. Menurutnya, keterlibatan guru sangat penting dalam membangun kebiasaan membaca, menulis, berbicara, serta mengapresiasi karya sastra di kalangan siswa. Basmawati juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang mendukung kegiatan tersebut, termasuk anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, H. Indar Jaya, dan Fraksi NasDem, H. Tinri. “Alhamdulillah, kami bersyukur dan bangga karena kegiatan ini bisa terlaksana. Kami berharap ke depan semakin banyak sekolah yang ikut berpartisipasi,” katanya.
Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Takalar, Zainal Mannang, turut mengapresiasi pelaksanaan festival yang melibatkan pelajar dalam kegiatan positif dan edukatif. Ia berharap peserta tidak menjadikan perlombaan semata-mata sebagai ajang mengejar kemenangan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk belajar, meningkatkan kepercayaan diri, dan mengembangkan kemampuan. Di tengah perkembangan teknologi digital, Zainal menilai kebiasaan membaca dan menulis perlu terus diperkuat agar pelajar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk memperoleh pengetahuan dan menghasilkan karya yang bermanfaat.
Sementara itu, Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jeneponto–Takalar, Hamzah, menyampaikan apresiasi atas inisiatif MGMP Bahasa dan Sastra Indonesia dalam menyelenggarakan festival tersebut. Menurutnya, pelaksanaan perdana ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan kegiatan pada tahun berikutnya. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Karena baru pertama kali dilaksanakan, tentu ada hal-hal yang perlu dievaluasi dan diperbaiki agar pelaksanaannya ke depan semakin baik dan berkelanjutan,” ujarnya. Hamzah juga berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti perlombaan dengan semangat dan menjunjung tinggi sportivitas. “Semua peserta harus siap menang dan siap kalah. Yang terpenting adalah keberanian untuk tampil, kemauan untuk belajar, serta pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kegiatan,” pesannya. Ia turut menyampaikan terima kasih kepada Dinas Perpustakaan Kabupaten Takalar atas dukungan yang diberikan sehingga festival dapat terlaksana.
Melalui Festival Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia 2026, MGMP berharap tumbuh generasi muda Takalar yang tidak hanya terampil berbahasa, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, dan mengekspresikan gagasan melalui bahasa serta karya sastra. Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda berkelanjutan yang memperkuat sinergi antara guru, sekolah, perpustakaan, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan dalam membangun budaya literasi di Kabupaten Takalar. Karena itu, seluruh sekolah dan pelajar diharapkan semakin aktif menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa Indonesia, membudayakan membaca dan menulis, serta berani berkarya demi melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.











