Berita

20 Tahun Jalan Hancur di Cipari Tak Kunjung Diperbaiki, Wahyu Nugraha Dorong Bupati Tangerang Turun Tangan

×

20 Tahun Jalan Hancur di Cipari Tak Kunjung Diperbaiki, Wahyu Nugraha Dorong Bupati Tangerang Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

Sekilasindonesia.id TANGERANG — Keluhan warga Kampung Cipari, Desa Cempaka, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten, terkait kondisi jalan yang rusak dan disebut telah berlangsung selama hampir 20 tahun akhirnya mendapat perhatian serius.

Protes warga, mulai dari emak-emak hingga kalangan muda-mudi, terhadap kondisi jalan yang berada di depan rumah mereka tersebut turut mendapat respons dari Wahyu Nugraha, S.Pd., Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPD II Partai Golkar Kabupaten Tangerang sekaligus anggota DPRD Provinsi Banten dari Dapil 4 Banten.

Click Here

Wahyu yang sebelumnya menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Tangerang dua periode mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah pembangunan infrastruktur di wilayah Kecamatan Cisoka yang belum terealisasi melalui aspirasi dewan.

Menurutnya, persoalan pembangunan tidak dapat hanya dibebankan kepada satu pihak.

Diperlukan sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, kecamatan, organisasi masyarakat, LSM, media, tokoh masyarakat hingga pemerintah daerah untuk mendorong pembangunan agar sampai ke tingkat dinas terkait.

Memang ada beberapa ruas jalan yang belum terbangun pada saat saya dua periode menjadi anggota DPRD Kabupaten Tangerang.

“Tentu PR tersebut masih banyak yang belum bisa saya bangun melalui aspirasi dewan,” kata Wahyu saat ditemui awak media di Gedung Golkar Kabupaten Tangerang, Senin (07/09/2026) siang.

Wahyu menjelaskan, saat masih duduk di DPRD Kabupaten Tangerang, sejumlah aspirasi masyarakat terkait pembangunan jalan memang sempat diakomodasi.

Namun, keterbatasan volume pekerjaan membuat pembangunan pada sejumlah titik belum dapat dilakukan secara maksimal.

Pada saat itu kita akomodir aspirasi dari masyarakat, kita bangun paling melalui kegiatan-kegiatan hanya 100 meter.

“Kalau tidak salah ada empat atau lima titik. Tentu ini menjadi PR kita semua,” ujarnya.

Kini setelah dirinya duduk di DPRD Provinsi Banten, Wahyu mengakui terdapat keterbatasan kewenangan dan anggaran untuk secara langsung mengakomodasi seluruh kebutuhan pembangunan jalan di tingkat wilayah.

“Sekarang saya di Provinsi dan di Provinsi tidak seperti di kabupaten, tidak ada anggaran yang bisa kita tuangkan pada masyarakat,” jelasnya.

Sorotan terhadap jalan rusak di Kampung Cipari yang mencuat melalui pemberitaan media juga langsung disampaikan Wahyu kepada Bupati Tangerang Drs. H. Mochamad Maesyal Rasyid, M.Si., dan Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah, S.E.

Menurut Wahyu, penyampaian tersebut mendapat respons positif.

Ia menyebut Bupati dan Wakil Bupati Tangerang akan memberikan perhatian terhadap kondisi jalan di Kampung Cipari yang selama bertahun-tahun belum mendapatkan perbaikan.

“Insyaallah kami sudah sampaikan terkait jalan rusak di Kampung Cipari, Cisoka, kepada Bupati dan Wakil Bupati dan sudah terbalaskan, mereka akan perhatikan,” ungkapnya.

Wahyu juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal dan mendorong agar persoalan infrastruktur tersebut dapat ditindaklanjuti oleh dinas terkait.

“Hayu kita sama-sama, baik itu teman media, LSM, Ormas, warga, pemerintah desa dan kecamatan, sama-sama untuk mendorong pembangunan tersebut biar sampai ke ranahnya dinas,” tegasnya.

Ia menilai keterlibatan masyarakat sangat penting agar berbagai persoalan pembangunan di Kecamatan Cisoka dapat terus disuarakan dan mendapat perhatian pemerintah.

“Kita perlu kerja sama antara masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan pemerintah yang ada di Cisoka,” tambahnya.
Disebut Jadi PR Bersama

Wahyu menegaskan, meski saat ini dirinya berada di tingkat provinsi, perhatian terhadap pembangunan di Kecamatan Cisoka tetap menjadi bagian dari tanggung jawab moralnya sebagai putra daerah dan wakil masyarakat.

Kitanya pun harus kooperatif dan aktif bagaimana pembangunan-pembangunan yang ada di Kecamatan Cisoka, khususnya di desa yang sekarang menjadi viral ini.

“Ini menjadi tanggung jawab saya walaupun posisi saya di provinsi, karena saya bagian dari Kecamatan Cisoka. Tentu saya juga peduli terhadap Cisoka,” pungkas Wahyu.

Bagindo Yakub.