Berita

Maulid Nabi di Musholla AT-Thoyyibin Kramatwatu, 19 Panjang Maulid Dibagikan untuk Warga hingga Non-Muslim

×

Maulid Nabi di Musholla AT-Thoyyibin Kramatwatu, 19 Panjang Maulid Dibagikan untuk Warga hingga Non-Muslim

Sebarkan artikel ini

Sekilasindonesia.id SERANG — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Musholla AT-Thoyyibin, wilayah Kramatwatu, Kabupaten Serang, berlangsung meriah dan penuh kebersamaan, Sabtu (05/09/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW melalui tradisi sedekah.

Click Here

Koordinator kegiatan Maulid Musholla AT-Thoyyibin, Elhamsyah, mengatakan kegiatan tersebut diikuti warga dari tiga RT, yakni RT 2, RT 3, dan RT 4 RW 2.

Menurutnya, masing-masing RT mengirimkan panjang maulid yang kemudian dikumpulkan dan dibagikan kepada masyarakat.

Tujuan kegiatan ini yang pertama adalah silaturahmi warga.

“Yang kedua, bagaimana bentuk rasa cinta kepada Baginda Rasulullah SAW diwujudkan dalam bentuk sedekah sebanyak-banyaknya dan seikhlas-ikhlasnya,” ujar Elhamsyah.

Pada pelaksanaan tahun ini, panitia mencatat terdapat sekitar 19 panjang maulid yang terkumpul.

Berkat tersebut kemudian dibagikan kepada para guru ngaji, pengurus ahli mayit, serta warga yang hadir dalam kegiatan.

Menariknya, keberkahan kegiatan tersebut juga dirasakan oleh warga non-Muslim.

Sejumlah warga non-Muslim turut menerima berkat yang dibagikan panitia.

Ini benar-benar memberikan manfaat bukan hanya kepada orang Muslim saja, tetapi juga untuk non-Muslim lainnya.

“Mereka sangat senang dan kita pun bahagia melihatnya,” katanya.

Elhamsyah menjelaskan, panitia tidak menggelar pawai atau hawai-hawai karena mempertimbangkan kondisi akses jalan di sekitar lokasi.

Sementara itu, Ketua Panitia Maulid Musholla AT-Thoyyibin, H. Ade Ahmad Baidowi, mengatakan rangkaian kegiatan diisi dengan zikir, doa, pembagian panjang maulid, serta kegiatan keagamaan lainnya.

Namun, ia berharap pelaksanaan Maulid Nabi ke depan tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga meningkatkan pengetahuan keagamaan masyarakat.

Ia menilai pemahaman terhadap makna zikir, sejarah, dan keteladanan Nabi Muhammad SAW penting agar peringatan Maulid tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Harapan saya ada peningkatan pengetahuan tentang agama.

Ketika kita menerjemahkan zikir, ada pesan yang bisa diambil masyarakat.

“Jadi bukan hanya perayaannya, tetapi ada korelasi antara perayaan dengan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Ade juga berharap masyarakat dapat semakin memahami bagaimana menerapkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam memperlakukan sesama manusia.

Senada, Ketua DKM Musholla AT-Thoyyibin, Amarullah, menyambut baik pelaksanaan Maulid Nabi tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini mampu memperkuat persatuan dan kesatuan warga dari tiga RT yang berada di lingkungan musholla.

Alhamdulillah dengan adanya kegiatan ini persatuan dan kesatuan dapat terjadi.

“Tiga RT ini kompak, baik bapak-bapaknya maupun pemuda-pemudanya,” kata Amarullah.

Ia menambahkan, peringatan Maulid Nabi juga menjadi bagian dari syiar Islam sekaligus sarana untuk mengingat kembali keteladanan Rasulullah SAW.

Menurutnya, semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut diharapkan terus berlanjut dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan masyarakat.

Syiar Islam ini penuh keyakinan yang diajarkan oleh Rasulullah.

“Alhamdulillah, kegiatan seperti salat berjamaah dan pengajian rutin juga terus berjalan,” pungkasnya.

Bagindo Yakub.