SEKINDO, Banten – Proyek pembangunan jalan nasional ruas Cikeusik-Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten, dikeluhkan warga. Pasalnya, debu yang beterbangan saat kendaraan melintas dinilai mengganggu kenyamanan hingga pernapasan masyarakat di sekitar lokasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek jalan nasional tersebut dikerjakan oleh PT Bangun Cipta Azima Mandiri dengan nilai kontrak mencapai sekitar Rp18 miliar.
Pantauan di lokasi, sejumlah kendaraan yang melintas di area pekerjaan membuat debu beterbangan. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan warga, terutama mereka yang beraktivitas di sekitar lokasi proyek.
Seorang warga, Iman, mengatakan debu yang muncul ketika kendaraan melintas cukup mengganggu pernapasan. Ia mengaku pihaknya juga telah menyampaikan keluhan tersebut kepada kontraktor.
“Ya, mengganggu pernapasan kalau kendaraan lewat, debunya menyebar. Itu yang kami khawatirkan, kesehatan warga,” ungkap Iman, Kepada Wartawan, Senin 31 Agustus 2026.
Ia mengatakan warga sempat menegur pihak kontraktor terkait kondisi jalan yang berdebu. Saat itu, kata dia, pihak kontraktor berjanji akan segera menyelesaikan pengerjaan.
“Sempat kami tegur juga pihak kontraktor terkait soal jalan yang ngebul. Janjinya mau diselesaikan pengerjaannya. Tapi sampai saat ini belum juga diperbaiki,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Dani. Menurut dia, upaya penyiraman yang dilakukan pihak proyek belum menjadi solusi untuk mengatasi debu yang beterbangan.
“Iya, saat ini hanya dilakukan penyiraman saja. Sedangkan menurut kami itu bukan solusi. Apalagi sudah masuk musim penghujan, paling kuat hanya hitungan detik, ngebul lagi,” kata Dani.
Dani meminta pihak kontraktor segera menyelesaikan pembangunan jalan tersebut agar tidak terus menimbulkan gangguan bagi masyarakat sekitar.
“Kami minta pihak kontraktor segera menyelesaikan pembangunannya. Kalau terjadi apa-apa dengan warga, apa mau tanggung jawab pihak kontraktornya?” ujarnya.
Warga berharap pihak pelaksana proyek memperhatikan dampak aktivitas pekerjaan terhadap masyarakat, termasuk melakukan langkah yang efektif untuk meminimalkan debu selama proses pembangunan berlangsung.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan dari pihak PT Bangun Cipta Azima Mandiri terkait keluhan warga tersebut.
(Red).











