Berita

Sudah Setahun Lebih Kasus Pembunuhan Sadis di Sapanang Tak Jelas, Warga Geram Siap Tutup Jalan

×

Sudah Setahun Lebih Kasus Pembunuhan Sadis di Sapanang Tak Jelas, Warga Geram Siap Tutup Jalan

Sebarkan artikel ini

Jeneponto, Sekindo.id – Kesabaran keluarga korban dan warga Dusun Sapiri, Desa Sapanang, Kecamatan Binamu, akhirnya habis. Kasus pembunuhan Basse dg Gintang yang terjadi lebih satu tahun silam hingga kini masih menjadi misteri, tanpa kejelasan mengenai identitas pelaku.

Padahal, berdasarkan dokumen resmi, Polres Jeneponto telah menaikkan status perkara ini ke tahap penyidikan sejak 10 April 2025. Artinya, kasus ini sudah masuk proses hukum yang serius, bukan lagi sekadar tahap penyelidikan awal.

Click Here

Namun ironisnya, hingga hari ini, belum ada satu pun tersangka yang berhasil diamankan atau diadili. Kekecewaan publik semakin memuncak lantaran janji aparat kepolisian dinilai hanya tinggal kata.

Sebelumnya, Kanit Resmob Polres Jeneponto, Rasak, pernah berjanji kepada keluarga bahwa pelaku akan segera ditangkap “bulan ini”. Nyatanya, tenggat waktu yang dijanjikan telah berlalu tanpa ada perkembangan signifikan.

“Sudah lewat mi, tapi belum ada juga hasil,” ujar perwakilan keluarga korban dengan nada kecewa mendalam.

Warga menilai, janji tersebut tidak disertai realisasi yang nyata. Hal ini memicu keraguan publik terhadap keseriusan pihak kepolisian dalam menangani kasus yang sudah berjalan lama ini.

Akibat ketidakjelasan tersebut, rencana aksi damai berupa penutupan jalan yang sebelumnya ditunda, kini kembali mencuat. Warga mengaku sempat menahan diri dan memberikan waktu tambahan sesuai permintaan polisi, namun kesempatan itu terbuang sia-sia.

“Kami sudah terlalu lama kasih kesempatan. Kalau tidak ada kejelasan segera, kami akan tutup jalan,” tegas salah satu tokoh masyarakat setempat.

Meski amarah mulai memuncak, keluarga korban masih menyisakan secercah harapan kepada pimpinan baru, yakni Kapolres dan Kasat Reskrim. Mereka berharap di bawah kepemimpinan baru, kasus ini benar-benar dituntaskan secara maksimal, bukan hanya sekadar janji manis.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik dan ujian berat bagi integritas penegak hukum di Jeneponto. Mampukah kasus ini segera terungkap, atau justru akan menjadi luka lama yang tak kunjung sembuh bagi keluarga korban?. (**)