Berita

Pererat Ukhuwah Islamiyah, dr. Agus Hasan Setiawan, MM Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim di Cilegon

×

Pererat Ukhuwah Islamiyah, dr. Agus Hasan Setiawan, MM Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim di Cilegon

Sebarkan artikel ini

Sekilasindonesia.id CILEGON – Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan sebagai sarana mempererat tali silaturahmi dan memperkuat persaudaraan antar umat Islam.

Hal tersebut terlihat dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar di kediaman dr. Agus Hasan Setiawan, M.M, pada Minggu (08/03/2026).

Click Here

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan elemen masyarakat, di antaranya pengurus PCNU Kota Cilegon, Dewan Kemakmuran Masjid (DMI) Kecamatan Cilegon, pengurus lingkungan RT dan RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga sekitar.

Acara yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan ini diikuti sekitar seratus orang undangan.

Selain menjadi ajang mempererat silaturahmi, kegiatan tersebut juga diisi dengan santunan kepada lebih dari 20 anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan yang penuh berkah.

Dalam sambutannya, dr. Agus Hasan Setiawan, M.M., menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan persaudaraan antar umat Islam, terutama di tengah berbagai perbedaan pandangan yang kerap memicu perpecahan.

Menurutnya, umat Islam saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan yang dapat memengaruhi persatuan.

Oleh karena itu, kegiatan seperti buka puasa bersama diharapkan dapat menjadi sarana untuk saling mengenal, mempererat hubungan, serta memperbaiki komunikasi yang mungkin sebelumnya renggang.

“Dengan adanya buka puasa bersama ini, kita bisa saling mengenal lebih dekat.

“Mungkin sebelumnya jarang bertemu atau belum pernah berkunjung ke rumah, melalui kegiatan ini kita bisa merapatkan kembali hubungan persaudaraan,” ujar Agus Hasan Setiawan.

Ia juga menegaskan bahwa dalam ajaran Islam, persaudaraan merupakan kekuatan utama yang harus terus dijaga.

Hal tersebut sejalan dengan firman Allah SWT yang menyebutkan bahwa sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, sehingga umat Islam harus saling mendamaikan dan menjaga kebersamaan.

Selain itu, Agus mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap anak yatim.

Menurutnya, Rasulullah SAW sendiri merupakan sosok yang sangat dekat dengan kehidupan anak yatim, sehingga umat Islam dianjurkan untuk meneladani sikap tersebut.

Jangan pernah melupakan anak yatim. Nabi Muhammad SAW sendiri adalah seorang yatim.

“Karena itu kita harus meneladani beliau dengan memberikan kasih sayang dan perhatian kepada mereka,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, H. Heldy Agustian, SE, SH, MH, turut menyampaikan bahwa bulan suci Ramadan merupakan momentum yang sangat baik untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Ia berharap melalui kegiatan seperti ini, seluruh masyarakat senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, serta semakin peduli terhadap anak-anak yatim sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Lebih lanjut, Agus Hasan Setiawan berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah kecil dalam membangun kembali kekuatan umat Islam melalui persatuan dan kebersamaan.

Ia menilai perbedaan pandangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk terjadinya perpecahan di tengah masyarakat.

Harapan saya, melalui momentum Ramadan dan kegiatan buka puasa bersama ini, kita bisa kembali menguatkan persaudaraan umat Islam.

“Jangan sampai perbedaan membuat kita terpecah, justru harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi,” tambahnya.

Sementara itu, Fathul Mubin, pengurus Jabanah Datuk Ulama Kota Cilegon yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pengkaderan sekaligus Ketua Bidang Organisasi, mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan persatuan umat.

Ia mengingatkan pentingnya saling mengingatkan, saling memperbaiki diri, serta membangun kepedulian satu sama lain dalam kehidupan bermasyarakat.

Mari kita bersama-sama saling mengingatkan, saling memperbaiki dan saling membenahi.

“Kita harus saling asah, saling asih, dan saling asuh. Karena pada hakikatnya umat Islam itu adalah bersaudara satu sama lain,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa perbedaan yang ada di tengah masyarakat seharusnya tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan sebagai bentuk keberagaman yang dapat memperkuat persatuan.

Kegiatan buka puasa bersama tersebut ditutup dengan doa bersama serta pemberian santunan kepada anak-anak yatim.

Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta semangat persaudaraan antarumat Islam dapat terus terjaga, khususnya di momentum bulan suci Ramadan yang penuh berkah,” harapnya.

Bagindo Yakub.