Pendidikan

Cek Kesehatan, Edukasi, dan Diskusi Keluarga Mewarnai Awal Program Lansia Berdaya

×

Cek Kesehatan, Edukasi, dan Diskusi Keluarga Mewarnai Awal Program Lansia Berdaya

Sebarkan artikel ini
Tim Pengmas Lansia Berdaya dan warga Kampung Lio, Depok, berfoto usai pembukaan Program Lansia Berdaya dengan pemeriksaan, edukasi, dan diskusi keluarga. (Dok. Tim Lansia Berdaya, Pengmas UI).

DEPOK – Suasana Minggu pagi (28/9/2025) di Kampung Lio, Depok, terasa berbeda dari biasanya. Sejak pukul 08.00 WIB, para lansia bersama keluarga tampak antusias mengikuti kegiatan hari pertama Program Pengabdian Masyarakat “Lansia Berdaya: Inovasi Pencegahan Demensia Melalui Pemberdayaan Keluarga dengan Media Interaktif dan Kalender Lansia Sehat.”

Program ini digagas oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, dan Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia sebagai bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup lansia di komunitas. Inisiatif pengabdian masyarakat ini didukung oleh Hibah Kepedulian Masyarakat melalui Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial (DPIS) UI sebagai wujud kepedulian akademisi terhadap isu kesehatan lansia di tengah meningkatnya angka penuaan penduduk Indonesia.

Click Here

Pemeriksaan Kesehatan dan Diskusi Keluarga Tandai Hari Pertama Program

Tim Pengmas Lansia Berdaya memeriksa kesehatan warga Kampung Lio, Depok, pada kegiatan pembukaan Program Lansia Berdaya. (Dok. Tim Lansia Berdaya, Pengmas UI).

Kegiatan pembuka dikemas dengan tema CERIA (Cek Kesehatan, Pengenalan Program, dan Diskusi Keluarga Lansia), yang menjadi awal dari rangkaian program selama lima hari ke depan. Para lansia mendapatkan pemeriksaan kesehatan dasar seperti tekanan darah, kadar gula darah, berat dan tinggi badan, serta deteksi dini demensia. Pemeriksaan dilakukan langsung oleh tim pengabdi.

Setelah sesi pemeriksaan, tim pengabdi memperkenalkan program dan dua inovasi utama, yaitu Modul Interaktif dan Kalender Lansia Sehat. Kedua media ini tidak hanya menjadi panduan harian, tetapi juga sarana keluarga untuk belajar memahami dan mendukung lansia agar tetap aktif, produktif, dan terhindar dari risiko demensia.

Keluarga Sebagai Kunci Pencegahan Demensia

Tim Pengmas Lansia Berdaya memandu diskusi kelompok bersama keluarga dan lansia di Kampung Lio, Depok, untuk membahas peran keluarga dalam pencegahan demensia. (Dok. Tim Lansia Berdaya, Pengmas UI).

Kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) antara tim pengabdi, keluarga, dan lansia. Dalam sesi ini, para peserta diberi ruang untuk berbagi pengalaman merawat anggota keluarga lanjut usia. Para peserta juga berdiskusi mengenai tantangan dalam menjaga kesehatan kognitif lansia, seperti gejala lupa, perubahan suasana hati, dan penurunan aktivitas sosial.

Salah satu peserta, Ibu Susi, mengaku senang dengan kegiatan ini. “Saya jadi tahu cara menjaga daya ingat dan ternyata keluarga juga harus ikut membantu,” ujarnya.

Melalui pendekatan berbasis keluarga, tim pengabdi berharap masyarakat dapat memahami bahwa keterlibatan keluarga merupakan faktor penting dalam mencegah dan menunda penurunan fungsi kognitif lansia.

Program Lansia Berdaya akan terus berlanjut hingga lima hari ke depan dengan berbagai kegiatan menarik, seperti pelatihan penggunaan media interaktif, senam otak, dan kegiatan lainnya. Dengan semangat kolaborasi antara akademisi, kader kesehatan, dan masyarakat, program Lansia Berdaya diharapkan menjadi langkah kecil yang membawa perubahan besar bagi kesejahteraan lansia di Kota Depok.

Penulis: Mariani Pangaribuan dan Amanda Thesa Syafira (Tim PkM)