TAKALAR– Suasana menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Takalar kian dinamis dan penuh antusiasme. Muscab yang akan digelar dalam waktu dekat ini menjadi momentum penting bagi para kepala desa dalam menentukan arah organisasi untuk lima tahun ke depan.
Hanya dua kandidat yang dinyatakan memenuhi syarat untuk bertarung dalam pemilihan Ketua APDESI Takalar periode 2025–2030. Ketegangan dan persaingan sehat pun mulai terasa, seiring semakin masifnya penyampaian visi, misi, dan program dari masing-masing calon.
Salah satu kandidat yang mencuri perhatian adalah Parawangsa, Kepala Desa Kale Ko’mara, Kecamatan Polongbangkeng Timur. Maju dengan nomor urut 2, Parawangsa tampil dengan semangat baru membawa tagline: “Saya Siap, Saya APBDES! APBDES Baru, Takalar Maju.” Tagline ini mencerminkan tekadnya untuk membawa perubahan positif dan memperkuat eksistensi APDESI sebagai motor penggerak kemajuan desa.
Dalam keterangannya kepada media, Parawangsa menegaskan bahwa dirinya tidak semata mengejar kemenangan, tetapi ingin membangun APDESI yang lebih kuat, inklusif, dan berdaya saing. “Saya siap bertarung, siap menang, siap kalah. Tapi yang terpenting adalah semangat bersama untuk memajukan organisasi ini,” ujarnya.
Parawangsa mengusung visi besar: “Terwujudnya Pemerintah Desa yang Solid, Kolaboratif, Mandiri, dan Sejahtera.” Ia melihat bahwa kekuatan kolektif para kepala desa merupakan kunci utama dalam membangun organisasi yang tangguh dan berdaya dorong tinggi untuk memperjuangkan hak-hak desa di berbagai tingkatan.
Untuk mewujudkan visinya, Parawangsa menawarkan lima misi utama. Pertama, memperkuat solidaritas antar pemerintah desa agar semakin kompak dan solid. Kedua, menjalin sinergi berkelanjutan dengan pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat. Ketiga, melindungi serta memfasilitasi hak-hak kepala desa dan perangkat desa. Keempat, mendorong inovasi ekonomi desa berbasis digital untuk mendukung kemandirian desa. Dan kelima, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan partisipatif dan berkelanjutan.
Dengan tagline yang kuat dan program kerja yang menyentuh kebutuhan riil desa, Parawangsa optimis bahwa APDESI Takalar dapat menjadi wadah perjuangan kolektif yang lebih relevan dan progresif. Ia juga menegaskan bahwa Muscab harus dijadikan ajang persatuan, bukan perpecahan.
“Mari kita jadikan APDESI sebagai rumah bersama bagi seluruh desa di Takalar. Bersama kita bisa membawa perubahan. Saya siap mengabdi, jika amanah itu diberikan kepada saya. APBDES Baru, Takalar Maju,” pungkasnya dengan penuh semangat.
Suherman Tangngaji











