Pangkalpinang | Sekilas Indonesia
Keseriusan dan perhatian terhadap pendidikan anak usia dini, Pj Wali Kota Pangkalpinang Budi Utama menegaskan kepada kecamatan maupun kelurahan yang meliputi wilayah 16 Pos PAUD di Pangkalpinang untuk menginventarisasi dan mengganggarkan dana untuk pos pendidikan anak usia dini.
Budi mengatakan, berdasarkan laporan dan peninjauan yang dilakukan oleh Bunda PAUD Kota Pangkalpinang sepekan lalu, 16 pos PAUD yang ada sangat butuh perhatian dari pemerintah kota. Bahkan kata Budi, ada beberapa pos PAUD yang hampir tutup karena kekurangan biaya operasional dan lain halnya.
“Empat bulan lagi sisa masa jabatan saya, tolong perhatikan betul pendidikan anak usia dini. Ini anak-anak kita, perlu diperhatikan pendidikannya,” kata Budi saat rapat posyandu di SRC Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Rabu (4/9/2024).
Dia menyatakan, aset Pos PAUD berada di bawah kelurahan sehingga meminta kelurahan atau kecamatan memaksimalkannya. Terlebih lagi menurut dia, sumber daya manusia (SDM) nya yang juga harus diperhatikan.
“Saya benar-benar minta tolong titip 16 pos PAUD ini. Kecamatan yang sudah turun ke PAUD tolonf inventarisir,” pintanya.
Sebelumnya, Bunda PAUD Kota Pangkalpinang, Yuniar Putia Rahma getol turun meninjau kondisi serta pelaksanaan di 16 pos PAUD yang ada dibawah binaan PKK dan kelurahan. Yuniar menyebut, perlunya memperhatikan pendidikan anak usia dini karena ini merupakan wadah untuk mencetak generasi anak bangsa yang dimulai sedari dini.
[5/9 16.49] BUDI BABEL: Pj Ketua TP PKK Pangkalpinang Deklamator Gebyar Puisi Pangkal Kemenangan, Jadikan Sastra Sebagai Jendela Budaya
Pangkalpinang – Pj Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang, Yuniar Putia Rahma menjadi deklamator Gebyar Puisi Pangkal Kemenangan yang menjadi rangkaian dalam memperingati Hari Jadi Pangkalpinang ke-267. Kegiatan ini berlangsung di Wilhelmina Park Taman Sari, Rabu (4/9/2024).
Yuniar mengapresiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang mengusung gebyar puisi. Dia menyebut, kegiatan ini merupakan improvisasi dinas untuk melestarikan budaya dan juga sastra yang ada di Kota Pangkalpinang.
“Mudah-mudahan ini menjadi pemantik bagi para seniman, khususnya para pecinta puisi dan deklamasi. Ini sebagai salah satu wadah yang bisa dimanfaatkan,” ucapnya.
Yuniar menjelaskan, gebyar puisi dibuka untuk umum bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi. Sudah ada 60 orang yang ikut mendaftarkan diri.
“Alhamdulillah dari masyarakat rupanya animonya cukup luar biasa. Rupanya banyak cikal bakal bibit-bibit bisa berpuisi, bisa berdeklamasi dan sistemnya ada per orangan dan grup,” bebernya.
Yuniar berharap ke depan kegiatan-kegiatan yang serupa atau bahkan lebih baik dapat digalakkan untuk meningkatkan angka literasi dan juga melestarikan sastra yang ada di Kota Pangkalpinang. (Coy)











