Sekilas Indonesia, Takalar – Sejumlah kursi kosong terlihat mencolok dalam kegiatan penurunan bendera peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia di Takalar, Sabtu, 17 Agustus. Absennya banyak pejabat daerah dalam acara yang seharusnya menjadi momen penting ini menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat Kabupaten Takalar
Penjabat (Pj) Bupati Takalar, Dr.Setiawan Aswad diminta untuk segera melakukan evaluasi terhadap pejabat-pejabat yang absen tanpa alasan jelas. Ketidakhadiran mereka dianggap mencerminkan kurangnya komitmen dan rasa tanggung jawab dalam menjalankan tugas kenegaraan yang seharusnya dijunjung tinggi.
Kegiatan penurunan bendera yang berlangsung khidmat tersebut seharusnya dihadiri oleh semua pejabat daerah sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas perjuangan para pahlawan yang telah memerdekakan Indonesia. Namun, kenyataannya, hanya sebagian kecil pejabat yang hadir, membuat acara yang seharusnya penuh dengan semangat kebangsaan menjadi terasa sepi.
Masyarakat berharap agar evaluasi yang diminta kepada Pj Bupati Takalar dapat segera dilakukan dan memberikan sanksi tegas kepada pejabat yang tidak menghargai acara kenegaraan ini. Mereka juga menginginkan adanya peningkatan kesadaran di kalangan pejabat untuk lebih menghargai momen-momen penting seperti ini.
Kekecewaan masyarakat ini menunjukkan pentingnya kehadiran para pejabat dalam setiap acara kenegaraan, bukan hanya sebagai formalitas, tetapi sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan dan penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan. Sabtu, 17,Agustus, 2024
Hingga berita Tayang Belum ada Pejabat yang di konfirmasi terkait ketidak hadiran nya di Kegiatan Penurunan bendera Sang Merah Putih
Suherman Tangngaji











