Sekilas Indonesia | PESAWARAN
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kabupaten Pesawaran menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) IV dengan Tema”Fakir Miskin dan Anak Terlantar Dipelihara oleh Negara” tersebut berlangsung di Hall Saung Djunjungan Desa Sukabanjar Kecamatan Gedong Tataan pada Rabu. (20/09/2023).
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pesawaran, Ir. Endro Suswantoro Yahman mengatakan, tema Rakercab IV kali ini memiliki visi yang ideologis yaitu,”Fakir Miskin dan Anak Terlantar Dipelihara oleh Negara”.
“Kita kembali ke asal muasal, kita adalah partai rakyat dimana kebesaran partai PDI Perjuangan karena rakyat, rakyatlah yang menjadi guru partai PDI Perjuangan dan inilah ideologi partai kita yang sebenarnya, dan PDI perjuangan dapat diukur sudah berapa jauh jajarannya di parlemen mampu menyelesaikan persoalan persoalan kemasyarakatan,”kata Endro yang juga anggota DPR RI.
Dikatakan Endro kepada Ketua DPD PDI Perjuangan, bahwa Kabupaten Pesawaran sangat membutuhkan sentuhan yang lebih khusus, karena dari data yang ada bahwa kemiskinan di pesawaran masih terbilang tinggi sekitar 13 setengah persen.
“Artinya inilah tugas berat PDI Perjuangan dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat dan sanggup menjalaninya sebagai partai rakyat, dan sudah menjadi tugas kita tentang kemiskinan ini agar bisa berkurang, sehingga rakyat bisa menangis dan tertawa bersama PDI Perjuangan, selama ini lanjut Endro, banyak sekali kami menitipkan kepada Ketua DPRD Pesawaran yang kebetulan kader PDI Perjuangan untuk mengalokasikan anggarannya kepada wong cilik, karena wong cilik adalah pembayar pajak juga dan difokuskan bagaimana caranya agar masyarakat bisa sejahtera,”jelas Endro.
“Banyaknya program dari pemerintah pusat yang dikucurkan melalui Ketua DPD kita yaitu untuk kejahteraan, seperti kesehatan, dan juga banyak sekali bantuan yang diberikan dari ketua DPD kita dari komisi IV untuk kaum Marhaenisme,”tambah Endro.
Dijelaskan Endro, Bahwa PDI Perjuangan Pesawaran ini adalah potret sebenarnya, yaitu potret kaum Marhaenisme,
“Untuk itu, kami DPC PDI Perjuangan Pesawaran mengucapakan terimakasih atas semua yang telah diberikan DPD, namun kami berharap, bantuan untuk kaum Marhaenisme dapat diberikan setiap bulan, supaya kita menangis dan tertawa bersama rakyat,”timpal Endro.
Dalam kesempatan itu Endro juga menceritakan, pasca dirinya mengikuti rapat perubahan KPU tentang oembahasan anggaran APBN dan tentang perubahan jadwal Pilkada 2024.
“Jangan sampai anggaran APBN dihabiskan untuk pemilu, dan usulan dari pemerintah bahwa Pemilu khususnya Pemilukada akan diajukan September , saat ini proposalnya sedang kita kaji dan masih menunggu dari pemerintah atas keseriusannya, ini bukan masalah politik, ini masalah teknis administrasi dan efisiensi, sekali lagi saya tegaskan pengajuan ini bukan masalah politik, tapi efisiensi,”tegas Endro.
“Kenapa Pilkada dimajukan di bulan September, supaya ke serantakan ini bukan pada Pilkadanya tapi pada masa jabatannya yang habisnya sama, jadi jika dilantiknya serentak maka habis jabatannya juga sama, kalau Pilkada tetap Nopember lanjut Endro, kalau kita ada gugatan, mundur lagi,”jelas Endro.
“Oleh karena itu sambung Endro, kalau dihitung di bulan September ada gugatan dan sebagainya, maka dibulan Desember sudah habis semua sehingga pemilu menjadi serentak dan bisa juga kedepan, baik Pileg, Pilkada, Pilpres, bisa jadi satu dan selesai, dan masih ada waktu empat tahun untuk membangun bangsa, membangun daerah, membantu masyarakat untuk sejahtera,” ucap Endro.
Dalam kesempatan itu, Endro juga menyampaikan, bahwa pembahasan penghitungan suara masih berjalan dan belum selesai, dari pembahasan tersebut KPU mengusulkam untuk penghitungan suara terbagi dua panel.
“Tapi, mayoritas Fraksi di DPR RI menolak, karena, kalau dua panel dengan tempat yang sempit ini akan menjadi kekacauan dan juga pengawasannya sulit, oleh karena itu kami minta supaya satu panel saja, agar penghitungan Pileg,Pilkada, dan Pilpres jangan bercampur baur, ini yang menjadi konsen kita semua,”tutur dia.
Ditambahkan Endro,, kemudian untuk fasilitas pendidikan juga diperbolehkan menjadi tempat kampanye dengan catatan sudah mendapat izin dari pemerintah atau pemiliknya.
“Tempat yang paling penting adalah pondok pesantren,karena pondok pesantren adalah lembaga pendidikan, jadi diperkenankan kampanye, tapi jika sudah mendapat izin dari pemiliknya,”kata Endro.
Endro juga terus mengajak kepada para kader PDI Perjuangan untuk terus bergerak, solid, gotong royong, sesuai arahan baik dari Ketua DPD dan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan.
“Untuk memenangkan Pileg, Pilkada, dan Pilpres 2024, ini menjadi keseriusan kami, dan kami minta juga kepada struktur dan kader partai semuanya bergerak, bergerak dengan sesuai tema melayani wong cilik, wong cilik itu adalah suara tuhan, suara tuhan itu ada digubuk gubuk orang miskin, kalau mau bertemu dengan tuhan datanglah ketempat orang – orang miskin, disitulah ada wajah tuhan,”tandas Endro.
Sementara, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung Sudin menyebut, sesuai keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarno Putri pada 21 April 2023 bahwa Ganjar Pranowo sebagai calon presiden Republik Indonesia.
“Untuk itu yang paling penting konsolidasi, turun ke rakyat, menyapa rakyat, sosialisasi, jangan hanya mementingkan diri sendiri, kalau mementingkan diri sendiri dan akhirnya capresnya kalah, dari DPD, DPC, PAC, akan ditinjau ulang untuk duduk dijabatan ketua masing-masing,” kata Sudin.
Ditambahkan Sudin, karena sekarang mekanisme partai PDI Perjuangan sudah berbeda jika dulu partai banyak menampung usulan dari Ranting, PAC, DPC,DPD, namun menurut Sudin itu sudah tidak berlaku.
“Contoh, kenapa Pringsewu itu semua pengurusnya diganti, dan Way Kanan, kenapa sebagian besar pengurusnya diganti, karena kalah, kalah itu ga enak,”ucap Sudin.
Namun berbeda halnya dengan kabupaten pesawaran, justru Sudin mengakui dan menyebut, dibawah kepemimpinan Endro, anggota Fraksi PDI Perjuangan Pesawaran malah semakin guyub dan solid.
“Setiap kali saya turun anggota Fraksi dari pesawaran semuanya ikut kalau dulu diundang pun ga mau datang, padahal kalau saya turun ke pesawaran ini selalu bawa oleh – oleh bulan tangan kosong, tapi Alhamdulillah semenjak pak Endro yang menjadi ketua semuanya langsung aktif”ucap Sudin.
Pada kesempatan itu Sudin juga mengimbau kepada seluruh anggota dan calon legislatif untuk senantiasa menerapkan etika berpolitik dan menjaga nama baik partai.
Ditempat yang sama, Ketua DPD Taruna Merah Putih (TMP) Provinsi Lampung Nanda Indira Bastian mengatakan, Rakercab IV DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pesawaran semoga mendapat kesepakatan bersama didalam internal organisasi, kebijakan- kebijakan strategis dan langkah kebijakan lainnya.
Nanda juga menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus DPC TMP DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pesawaran yang baru saja dilantik, semoga taruna merah putih dapat mengemban amanah bagi masyarakat.
“Bekerja dengan sungguh – sungguh dari hati dan penuh pengabdian dalam menjankan roda organisasi, saya sebagai pengurus PDI Perjuangan organisasi kepemudaan, DPC TMP Pesawaran harus berkomitmen menjadi taruna merah putih sebagai tempat berpayung, hal ini dikarenakan tujuan TMP ini dibentuk untuk memperjuangkan lahirnya kader-kader pemuda yang memilik dan diyakini nilai nilai perjuangan, solidaritas, gotong royong dan tanggung jawab,”ucap Nanda.
Selain itu kata Nanda, kader-kader TMP harus mendukung penuh kemenangan partai dengan cara mempublikasikan program – program partai dan program pembangunan pemerintah kabupaten Pesawaran.
“Saya selaku pengurus DPD TMP Provinsi Lampung mengharapkan kepada seluruh pengurus DPC Taruna Merah Putih Kabupaten Pesawaran untuk segera menyusun program kerja ke depan,”imbaunya.
Diketahui, Pelaksanaan Rakercab IV ditandai dengan pelantikan pengurus Taruna Merah Putih (TMP) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pesawaran.
Acara dihadiri, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung, Sudin. beserta jajaran, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pesawaran, Endro Suswantoro Yahman, Bupati Pesawaran Dr. Dendi Romadhona. Wakil Bupati Pesawaran Marzuki. Ketua DPRD Pesawaran Suprapto. Wakil Ketua, Ketua DPD Taruna Merah Putih Provinsi Lampung Nanda Indira Dendi.Pengurus TMP Kabupaten Pesawaran.
Hadir juga Wakil ketua bidang organisasi, Aria Guna. Para anggota DPRD dan Calon anggota Legislatif Partai PDI Perjuangan serta seluruh PAC se-Kabupaten Pesawaran, pengurus partai Hanura Pesawaran, Ketua Bawaslu beserta jajaran. (Indra).











