Daerah

Wacana Pembangunan Ruas Jalan Airbara – Toboali Gunakan Sistem Mortar Busa

×

Wacana Pembangunan Ruas Jalan Airbara – Toboali Gunakan Sistem Mortar Busa

Sebarkan artikel ini

Sekilas Indonesia, Bangka Selatan – Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dedi Muradi membeberkan pembangunan ruas jalan Air Bara hingga Toboali menggunakan sistem teknologi mortar busa.

Hal itu bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan tanah lunak yang terjadi di ruas jalan Airbara-Toboali (Bikang) tepatnya di kilometer 110+750 sampai dengan kilometer 111+750 sepanjang 1,00 kilometer.

Click Here

“Perbaikan jalan tersebut dikembangkan oleh Pusat Jalan dan Jembatan (Pusjatan), penggunaan teknologi ini baru pertama kali dilaksanakan oleh BPJN Bangka Belitung sebagai alternatif mengatasi permasalahan stabilisasi dan penurunan timbunan,” kata Dadi, Kamis (15/6/2023).

Dedi menjelaskan, teknologi mortar busa atau mortar foam merupakan teknologi yang mengoptimalisasi penggunaan busa dan mortar berkekuatan tinggi, sehingga dapat dijadikan dasar atau perkerasan jalan pada tanah lunak.

Selain itu, penanganan mortar busa pada ruas jalan tersebut dikombinasikan dengan penggunaan cerucuk kayu dengan mempertimbangkan hasil penyelidikan tanah di lapangan.

“Keunggulan dari penggunaan teknologi mortar busa itu, memiliki kuat tekanan yang cukup tinggi sesuai untuk jenis konstruksi penggunaannya. Kekuatan tekanan dalam umur 14 hari mencapai 1000 Kn (Kilonewton),” jelas dia.

Menurut dia, dengan menggunakan teknologi tersebut akan lebih efisien sehingga memiliki kontribusi dapat menghemat anggaran belanja konstruksi hingga 70 persen.

Sedangkan, waktu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan menggunakan teknologi mortar busa di ruas jalan Airbara-Toboali selama 180 hari kalender.

“Biaya pelaksanaan pada penggunaan teknologi mortar busa di ruas jalan Bikang Toboali dapat lebih hemat sekitar 60-70 persen dibandingkan dengan penggunaan metode pile slab,” ujar dia.

Ia berharap, dengan menggunakan teknologi tersebut, pembangunan infrastruktur jalan nasional di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung khususnya ruas jalan Air Bara – Toboali dapat menyelesaikan permasalahan kondisi jalan yang rusak berat.

“Dengan menggunakan teknologi ini diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan kondisi jalan yang rusak berat dan dapat memacu BPJN Bangka Belitung untuk selalu berinovasi dalam pembangunan infrastruktur jalan nasional di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” pungkasnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *