Sekilasindonesia.id II Bangka Selatan –
Pembangunan Kontruksi Fisik Revitalisasi Pasar rakyat pelataran parkir terminal Toboali yang di kerjakan oleh CV. Kenanga Melati dengan total anggaran APBN sebesar 2.708.165.440 Milyar terkesan lambat, pasalnya pembangunan yang sudah berjalan 119 hari tersebut baru terealisasi 60 persen.
Sedangkan menurut papan pengerjaan di mulai dari tanggal 28 Juli 2022. pengerjaannya harus selesai selama 150 Hari hitungan kalender kerja, namun hingga kini tanggal 24 November pengerjaannya sudah memakan waktu 119 hari, dan masih tersisa 31 hari (satu Bulan), Padahal berdasarkan hitungan waktu yang di tentukan bangunan tersebut akan selesai pada tanggal 25 Desember mendatang.
Yang jadi pertanyaan, apakah bangunan kontruksi fisik Revitalisasi Pasar terminal Toboali yang menggunakan dana APBN tersebut akan selesai tepat waktu dan berdiri maksimal ??
Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Yudi Siswanto mengatakan pembangunan tersebut akan selesai tepat waktu jika pengerjaannya dilakukan dengan lembur.
“Untuk pengerjaan sudah 59 persen hampir 60persen, Insya Allah akan selesai tepat waktu Asalkan tukangnya ditambah dengan jumlah maksimal dan pengerjaannya di lakukan dengan lembur,” Kata Yudi saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan whatsapp, Kamis (24/11/2022) Malam.
Sebelumnya, Hendri Selaku Pengawas Pekerjaan dari CV. Kenanga Melati tetap optimis pengerjaan proyek kontruksi fisik Pasar terminal Toboali akan selesai tepat waktu, meskipun pengerjaannya masih tinggal satu bulan.
“Prediksi kami pembangunan ini akan selasai pada tanggal 30 Desember nanti, untuk pengerjaan pun saat ini sudah mencapai 70 persen, dan bahan-bahan bangunan seperti material, pasir dan lain-lain semua sudah dikirim,” Kata hendri kepada wartawan saat di temui di lokasi, Kamis (24/11/2022).
Namun Kata Hendri, keterlambatan pengerjaan pembangunan ini karena ada beberapa masalah, seperti banyak barang bangunan yang hilang dan Tidak bisa bekerja pada waktu pagi.
“Kendalanya yang pertama kami tidak bisa memulai bekerja pada waktu pagi, karena kalo di pagi hari masih banyak aktivitas yang berdagang, jadi kami bekerja mulai pada siang hari hingga malam, dan yang kedua disini barang – barang material kami banyak yang hilang, seperti semen, arco, mesin molen dan lainnya, sehingga Pekerjaan jadi terlambat,” Ujar hendri.
Kendati demikian dirinya berharap pengerjaan pembangunan fisik revitalisasi pasar rakyat ini akan selesai sesuai watu yang ditentukan Agar pekerjaan ini tidak merugikan negara. (Riki)











