NUNUKAN – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Krayan, Syahrul Afandi, hari ini, Senin (20/06) mengikuti kegiatan Capacity Building Revitalisasi KUA yang diselenggaran oleh Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan.
Bertempat di Ruang Aula Kemenag Nunukan, kegiatan ini diikuti 21 orang peserta yang terdiri dari Kepala KUA dan Pramubakti se-Kabupaten Nunukan.
Kegiatan tersebut dihadiri dan dibuka langsung oleh Kapala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan, H. Muhammad Ramli, S. Ag.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa seluruh Kepala KUA bersama Penyuluh dan Pramubakti harus mempersiapkan diri guna mensukseskan program revitalisasi KUA sebagai salah satu program prioritas Kementerian Agama.
Untuk itu, mulai dari sekarang seluruh KUA diharapkan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat khususnya berkaitan tugas dan fungsinya. Melalui program revitalisasi, KUA tidak lagi boleh mendapatkan stigma bahwa ia hanya mengurusi pernikahan karena itu hanya salah satu dari 10 (sepuluh) tugas dan fungsi KUA.
Selain itu, juga diharapkan agar seluruh KUA terus melakukan terobosan dan inovasi yang dapat menunjang kualitas pelayanan termasuk pemanfaatan tekhnologi informasi.
Yang tidak kalah pentingnya, lanjut H. Ramli, ialah mengenai kompetensi diri yang harus terus diasah, baik itu Kepala KUA, Penyuluh maupun Pramubakti.
Sementara itu, Syahrul yang juga sebagai Pelaksana Tugas pada KUA Kecamatan Krayan Selatan mengungkapkan bahwa sebagai garda terdepan Kementerian Agama di tingkat Kecamatan, pihaknya akan terus mendukung dalam mensukseskan program dan kebijakan Menteri Agama.
Hanya saja memang, terkait revitalisasi ada beberapa hal yang menjadi syarat, diantaranya harus memiliki gedung/kantor yang representatif, minimal SBSN. Sedangkan kantor KUA Krayan hingga sekarang ini masih semi permanen.
Meski demikian, lanjut Syahrul, dirinya terus berupaya melakukan pembenahan dan perbaikan dalam rangka mempersiapkan KUA Krayan menuju KUA Revitalisasi pada tahun-tahun mendatang diantanya adalah menyiapkan sistem informasi layanan berbasis digital melalui Aplikasi SILADA (Sistem Informasi Layanan dan Data). Selain itu, dalam hal pemberdayaan ekonomi umat, ia juga sedang mencanangkan program Gerakan Dua Koma Lima.
Kesemuanya itu dalam rangka mempersiapkan KUA Krayan menjadi KUA Revitalisasi kedepannya, tutupnya.











