TAKALAR-Pemberhentian Cleaning Servis di Puskesmas Mappakasunggu, Kecamatan Mappakasunggu yang sempat viral di Media Sosial (Medsos) dan beberapa grup info Takalar yakni Seorang petugas kebersihan Puskesmas di Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar, di Istirahatkan Lantaran Kinerjanya tidak efektif
Petugas kebersihan yang di istirahatkan oleh pihak Puskesmas Mappakasunggu bernama Halifa (41) warga Dusun Lempong, Desa Soreang, Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar.
Kepala Puskesmas Mappakasunggu, Musyawirah.,S. KM membenarkan bahwa kami Istirahatkan Halifa , sebab yang bersangkutan bekerja hanya semaunya saja, tidak mau mengikuti aturan yang berlaku di Puskesmas.
Dimana aturan cleaning servis seharusnya dia masuk jam 6 pagi sampai jam pulang kantor. Sementara Halifa selama ini dia masuk kantor jam 6 pagi pulang jam 7 pagi,” ucap Kapus mappakasunggu di rumah makan fcc , Sabtu (22/01/2022).
Musyawira, menuturkan jika, setiap bulan juga sering tidak masuk dengan berbagai alasan, bahkan, Halifa sering tidak masuk kerja dengan berbagai alasan, sehingga keluarga pasien sering ada komplain ke kami terkait ruangan perawatan dan toilet yang tidak dibersihkan. Dan apa bila saya tegur, yakin saja, pasti ada kesalahannya, ironinya juga jika saya tegur hari ini, besoknya dia tidak mau masuk kerja tanpa ada pemberitahuan.
Selain tidak mendengar dia juga pernah, tidak masuk kantor selama 1 Minggu. Namun saya masih tolelir karena keluarganya sakit.
Namun pada hari selasa kemarin, ada kotoran di ruangan dokter, Perawat senior yang melihat itu, langsung memasukan di grup sambil mengatakan kepada Halifa, bagaimana caramu membersihkan, kenapa ada kotoran.
Namun Halifa justru menjawab di grup tersebut, jika dirinya sengaja tidak membersihkan kotoran itu.
Bahkan Menurut Kepala puskesmas, Halifa ini justru menyampaikan hal yang tidak sepantasnya, dengan mengatakan, jika dirinya baru dicari jika ada sesuatu yang busuk, sementara jika ada yang harum harum dirinya tidak di cari.
Kepala Puskesmas, Musyawira menegaskan, jika dirinya terpaksa mengganti Halifa dengan petugas baru lantaran terlalu banyak komplain dari pegawai dan keluarga pasien.
Musyawira menambahkan sebelum pemberhentian, kami juga sudah koordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar tentang pemberhentian Halifa. Tambah Musyawira. (Suherman)












