Daerah

Rembuk Stunting di Desa Jombe Jeneponto, Kades Jusmaedi:Sehingga Kita Libatkan Lintas Sektor dan Lintas Program

×

Rembuk Stunting di Desa Jombe Jeneponto, Kades Jusmaedi:Sehingga Kita Libatkan Lintas Sektor dan Lintas Program

Sebarkan artikel ini

JENEPONTO – Pertemuan Koordinasi Konvergensi lintas sektor dan lintas program (Rembuk Stunting) Tingkat Desa, kini di gelar di Desa Jombe Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan.

Pertemuan itu digelar, di aula kantor desa secara sederhana dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, Kamis (26/8/2021).

Click Here

Pemerintah Desa Jombe melakukan upaya penurunan angka stunting dengan mengelar rembuk stunting yang masuk kategori 20 desa stunting tahun 2021.

Dalam pertemuan tersebut, turut dihadiri Tim Kesehatan Keluarga dan Gisi Dinas Kesehatan Fahrir, SKM, Jaringan SMART, Para Kader Posyandu, Ketua PKK Desa, Kepala Uptd Puskesmas Bulluloe, tenaga ahli P3MD Jeneponto dan aparat desa serta yang hadir.

Tim Kesehatan Keluarga dan Gisi Dinas Kesehatan Jeneponto Fahrir, SKM pun memaparkan stunting pada anak, ia pun sampaikan data terakhir terdapat 20 balita yang masuk kategori stunting yang ada di desa Jombe.

“Kita apresiasi sinergis di desa Jombe, ya dalam penanganan stunting,” ucapnya.

Ditempat yang sama kepala Desa Jombe Jusmaedi, mengatakan tahun ini Desa kami masuk dalam kategori penanganan stunting masuk 20 kategori desa stunting.

“Kegiatan ini sangat penting, sehingga kita libatkan semua semua lintas sektor dan lintas program, tentunya dengan harapan bahwa bagaimana desa kami untuk tahun 2021 bisa keluar dari lokus stunting,” kata Jusmaedi, Kepada awak media.

Ia pun sampaikan dalam penanganan stunting, pihaknya telah banyak melakukan upaya seperti, pembangunan jambang keluarga, sumur bor, dan makanan tambahan bagi balita dan anak yang stunting.

“Saya yakin dan percaya akan datang lokus stunting di desa Jombe keluar dari kategori stunting, karna Jombe memiliki kader kader yang handal dan aktif dibantu lagi dengan peran Tim PKK Desa,” sebutnya.

Jusmaedi juga terus berupaya dalam penanganan stunting di wilayah dengan memberikan perhatian khusus terhadap anak stunting, termasuk memberikan susu balita, makanan tambahan dan lain sebagainya.

“Ini sangat penting ya, karna ini terkait dengan masa depan generasi dengan harapan sinergi kita mulai dari dinas kesehatan, puskesmas sampai kepada para kader selalu berjaling dengan baik,” Harap kades Jombe yang baru menjabat kurang lebih dua tahun.

Sementara, Kepala Uptd Puskesmas Bulluloe Ahmad Zakir, menjelaskan bahwa Desa Jombe masuk lokus stunting ini juga merupakan program nasional yang harus kita dituntaskan. Sehingga Uptd Puskesmas Bulluloe, masuk dalam wilayah kerja dalam penanganan stunting di desa Jombe.

“Mudah mudah tahun depan dengan kerja sama semua lintas, terkhusus kepada kepala desa untuk mengantisipasinya dengan melakukan kerja barengan di masing masing posyandu,” ungkapnya.

Kapus Bulluloe itu pun, berupaya dalam penanganan stunting, kata dia salah satunya dengan melakukan rembuk stunting ini dengan memberikan informasi kepada kader kader agar memberikan edukasi kepada masyarakat, bahwa stunting itu memang adanya gisi buruk.

Pantauan awak media, dilokasi Tim Kesehatan Keluarga dan Gisi Dinas Kesehatan bersama rombongan, memberikan edukasi dengan pemaparan lokus stunting para peserta pun antusias.

(Firmansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *