DaerahPendidikan

Empat Sdn di Kecamatan Pekalongan Minim Murid

×

Empat Sdn di Kecamatan Pekalongan Minim Murid

Sebarkan artikel ini

LAMPUNG TIMUR – Sekolah merupakan tempat pendidikan belajar mengajar guna membentuk hasil siswa siswi yang berkwalitas dengan kesungguhan para tenaga pendidik dalam melaksanakan tugas selaku guru.
Sekolah sangat membutuhkan dukungan dari berbagai hal sisi dan dukungan agar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dapat terlaksana dengan baik.

Namun di Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur masih terdapat sekolah yang minim akan jumlah murid.

Click Here

Menanggapi masih terdapatnya beberapa Sekolah Dasar Negri (SDN) yang minim akan jumlah muridnya di Wilayah Kecamatan Pekalongan, Sutrisno selaku UPTD (Unit Pelaksana Tehnis Dinas) sudah pernah mengadakan urun rempuk yang melibatkan seluruh masyarakat di lingkungan masing -masing.

“Kami pernah urun rembuk dengan seluruh masyarakat sekolah di lingkungan masing-masing agar pada saat pendaftaran anak murid masyarakat selaku wali murid dapat mengikuti Zona pendaftaran sesuai lingkungan masing masing, supaya ada pemerataan jumlah murid di sekolah tersebut,” ungkap Sutrisno.

Untuk di ketahui SDN di Wilayah UPTD Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur yang masih butuh perhatian banyak pihak dan lingkungan sekolah Masing- masing di antaranya :

1. SDN 2 Adi Rejo dengan jumlah 35 Siswa,Kepala Sekolah Kamis S,Pd.

2. SDN 3 Wonosari dengan jumlah 32 Siswa Kepala Sekolah Siti Aminah S,Pd.

3. SDN 1 Wonosari dengan jumlah 37 Siswa Kepala Sekolah Pairan S,Pd.

4. SDN 4 Ganti Warno dengan Jumlah 42 Siswa Kepala Sekolah Suartini S,Pd.

Sutrisno selaku Kepala UPTD Kecamatan Pekalaongan Kabupaten Lampung Timur mengatakan hal tersebut apabila peran seluruh elemen serta Kepala Desa di masing-masing tempat dapat bersinergi pada saat pendaftaran dengan mengikuti zona wilayah masing-masing mudah mudahan pemerataan dan tingkat jumlah murid dapat di capai di lingkungan masing-masing sekolah,.

” Sehingga geliat belajar mengajar pun dapat terlaksana dengan maksimal karena secara otomatis jumlah Dana BOS dapat meningkat dan pihak sekolah dapat menambahkan sarana prasarana dari dana tersebut,” pungkas Sutrisno.

Reporter : Asril

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *