SERANG – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banten menjelaskan tujuan pertemuannya dengan Gubernur Banten hanya sebatas mencari informasi langsung terkait persoalan Bank Banten.
“Kami tidak bermaksud mencederai pergerakan mahasiswa seperti tuduhan yang kami terima tapi kami sedang mencari fakta informasi langsung dari Gubernur Banten soal Bank Banten,” ujar Ade Putra selaku Sekjen BEM Banten.
Selain itu, BEM Banten juga mengatakan bahwa menemui Gubernur Banten dalam rangka tabayyun atau mencari informasi dari sudut pandang Pemprov Banten melalui informasi langsung dari Gubernur Banten.
“Dalam rangka Tabayyun atau mencari informasi dari sudut pandang pemerintah melalui info dari Gubernur Banten terkait persoalan Bank Banten, dan informasi yang kami dapat itu bagian dari kajian dan riset kami di BEM,” tambah Ade Putra.
Ade pun menyayangkan pada pihak yang diduga mengadu domba internal BEM atas pertemuan yang dilakukannya dengan Gubernur Banten.
“Sangat disayangkan, kami sudah mencium aroma tidak sedap ada sekelompok orang yang tidak suka dengan hasil kajian kami untuk melaporkan ke KPK agar mengusut tuntas kasus hukum pembentukan Bank Banten,” imbuhnya.
Lebih lanjut Ade menyampaikan bahwa mengedepankan semangat anti korupsi dan sebagai agent of change.
“BEM sebagai representasi dari agen of change sudah seharusnya konsisten dengan semangat anti korupsi. Embrio pembentukan Bank Banten sangat sarat dengan korupsi. Untuk melakukan pembenahan Bank Banten, harus sekaligus diusut hingga ke akarnya” ujar Ade Putra.
Berdasarkan informasi sebelumnya BEM Banten menggelar konferensi pers dengan pernyataan sikap agar KPK mengusut tuntas kasus hukum pembentukan Bank Banten beberapa hari yang lalu (Senin, 18/5/2020).
Selain itu, sebelumnya beredar foto pertemuan antara Gubernur Banten dengan perwakilan BEM se Banten di Rumah Dinas Gubernur Banten (Selasa, 19/5/2020).
(Red)











