Daerah

Herman Yunus : Kita Mau Aksi Nyata Penanganan Covid-19

×

Herman Yunus : Kita Mau Aksi Nyata Penanganan Covid-19

Sebarkan artikel ini

 

PASANGKAYU – DPRD Pasangkayu telah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Tim Gugus Tugas tentang penanganan penyebaran Corona Virus -19 (Covid – 19) dan (penanganan-red) bantuan Pemerintah Daerah (Pemkab) sudah keempat kalinya di gelar, diruang aspirasi selasa 28/4/2020.

Click Here

Salah satu anggota Pansus, Herman Yunus mengatakan, sekarang kita mau aksi nyata dan sikap heroit yang harus dilakukan terkait penanganan Covid-19, hari ini kita tidak membahas soal pencegahan tetapi masuk (penanganan-red) seperti pembagian bantuan ke Masyarakat.

“Kalau Masyarakat disuruh stay at home (tinggal dirumah), maka pemerintah harus punya tanggung jawab untuk memenuhi bahan pokoknya, jangan seenaknya hanya menyuruh, ketika mereka melakukan (stay at home-red) maka warga tersebut akan mati kelaparan tanpa ada perhatian dari Tim Gugus Tugas (TGT) Covid-19,” tegasnya.

Yunus juga sampaikan, kalau penanganan Covid-19 ini tidak mematikan, namun ketakutan yang akan membuat mereka mati karena penanganan tidak beres dan buat apa kita mengapresiasi hanya memberikan janji – janji tapi ujung – ujungnya juga tidak jelas pemberian bantuan tersebut.

“Kasihan Masyarakat, hari ini ekonomi mereka lumpuh, maka disitu harus ada penanganan serius dalam hal ini bantuan pemerintah dan kami juga telah menelusuri dilapangan belum ada pemberian (bantuan-red), justru yang mensupplay adalah dari kerukunan suatu suku”, terangnya.

Sekretaris Tim Gugus Tugas Covid-19, Firman mengatakan, sementara bantuan Pemerintah Daerah (Pemda), untuk saat ini kita masih mencocokan data penduduk dan kiranya semua itu secepatnya rampung, maka kami akan menyerahkan setengah (data-red) ke Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) agar (bantuan-red) dapat diturunkan ke TGT.

“Saat ini, kita sudah menyiapkan 5000 Kartu Keluarga (KK), tetapi skala perkembangannya ternyata di wilayah Bambaira kurang lebih 10.000 dan Bambalamotu sekitar 20.000-an, jadi untuk estimasi hitungan kasarnya kurang lebih 30.000-an, maka kami akan meminta bantuan ke Provinsi sekitar 10 ribuan,” ungkapnya.

Reporter : Roy Mustari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *