Daerah

Manajemen UJP PLTU Banten 2 Labuan, Jelaskan Adanya Asap Cerobong Berwarna Hitam

×

Manajemen UJP PLTU Banten 2 Labuan, Jelaskan Adanya Asap Cerobong Berwarna Hitam

Sebarkan artikel ini

PANDEGLANG,SEKILASINDO.COM- Listrik mati massal dari Jakarta hingga merembet ke Jawa Barat (Jabar). Penyebabnya adalah gangguan transmisi dengan kapasitas 500 kV.

Gangguan tersebut mengakibatkan pembakit listrik di Jawa bagian Barat mengalami trip (Shut down)  termasuk yang terkena dampaknya PLTU Labuan.

Click Here

Kata Ahmad Burhani, PLH General Manager PLTU Labuan menyampaikan pada tanggal 4 Agustus 2019. terjadi gangguan sistem transmisi 500 KV sehingga pembangkit Listrik Jawa bagian Barat trip (shutdown).

PLTU Labuan termasuk yang terkena dampak sehingga dua unit padam, PLTU Labuan berusaha bangkit kembali dengan melakukan start-up unit.

Start-up unit menggunakan bahan bakar HSD (solar) , sehingga asap cerobong berwarna hitam. Hal tersebut hanya sementara sampai unit berbeban normal. Demikian kata dia.

Dia juga mangatakan, Gangguan ini juga  mengakibatkan aliran listrik di Jabodetabek, sebagian Jawa Barat dan Jawa Tengah mengalami pemadaman.

Ia berharap kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak salah presepsi terlebih bahwa bila ada yang menuding  bahwa PLTU bikin penyakit, sistem kepabrikannya tidak ramah lingkungan, pencemaran udara akhir ini yang berakibat pada gangguan kesehatan saluran pernapasan. Menurutnya, itu tidak benar hingga saat ini pihak PLTU sudah melakukan perbaikan. Kata PLH GM itu kepada Sekilas Indonesia Selasa. (6/8/2019).

Secara terpisah Bayu dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Banten, Membenarkan bahwa gangguan transmisi dengan kapasitas 500 kV itu menyebabkan dua mesin PLTU rusak, sehingga mengeluarkan cerobong asap hitam.

” Ini dalam proses perbaikan dan satu unit sudah selesai di perbaiki dan tinggal satu lagi, dan ini sedang dalam proses perbaikan semoga secepatnya selesai,” Ujar Bayu.***(Hadi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *