DaerahHuKrim

Diduga Ketua Kelompok Tani Wira Muda Salahgunakan Program UPPO

×

Diduga Ketua Kelompok Tani Wira Muda Salahgunakan Program UPPO

Sebarkan artikel ini

PANDEGLANG,SEKILASINDO.COM-Pelaksanaan Program Unit Pengelolah Pupuk Organik (UPPO) Tahun 2017 yang tersebar di wilayah Kabupaten Pandeglang Propinsi Banten dengan sasaran program untuk memperbaiki kesuburan lahan serta meningkatkan produktivitas pertanian, dibidang produksi Pupuk Organik dinilai tidak produktif.

Click Here

Hal itu terbukti dari program yang di kucurkan pemerintah melalui kelompok tani Wira Muda tepat nya di Kampung Bojongloa Desa Geredug Kecamatan Bojong Kabupaten Pandeglang.

Bantuan program yakni Program UPPO untuk kelompok tani tersebut diduga menyimpang dari Juklak dan Juknis Program.

Berdasarkan Pantauan awak media sekilasindo.com Jum’at (12/7/2019). Di lokasi kandang atau rumah kompos banyak di penuhi kayu bakar artinya bantuan hewan yakni hewan sapi  tersebut diduga di salah gunakan. Adapun di lokasi hanya ada kandang yang di penuhi kayu bakar dan satu kendaraan roda tiga.

Program UPPO yang di kucurkan pemerintah melalui dinas pertanian yang di peruntukan untuk kelompok tani Wira Muda itu pada tahun 2017 lalu.

Hal ini terjadi karena kurangnya controlling dan pembinaan dari pejabat terkait selaku penanggungjawab program di tingkat daerah.

Tidak terarahnya pembinaan dan pembimbingan kepada kelompok penerima program UPPO tentunya tidak ada dampak positif yang berpengaruh terhadap pengembangan pupuk organik untuk menunjang kesuburan tanah di lahan pertanian di wilayah nya masing-masing.

Saat di Konfirmasi di kediaman ketua Kelompok Tani Wira Muda, Nana tidak ada, akan tetapi semuanya di jawab melalui istrinya yang bernama Nani.

Nani mengatakan bantuan yang di kucurkan pemerintah melalui dinas pertanian ini hanya berdampak negatif buat keluarga nya sebab selama keberadaan sapi itu keluarganya merasa terganggu.

Dimana yang namanya program untuk kelompok tani menurut nya sangat di repotkan lantaran yang anggota lainnya tidak mau membantu.

Sapi program itu hanya enam ekor hanya saja satu ekor mati dan lima ekor lagi kita jual dan uangnya di belikan tiga Kerbau. Namun kerbau itu berada di orang lain yang memelihara.

Dan sampai berita ini di turunkan awak media masih berusaha untuk menggali informasi dan keterangan lebih lanjut.***(Cecep/Hadi).

Eksplorasi konten lain dari Sekilas Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan Membaca

%d