DaerahHot News

Diduga Tak Wajar,Proyek Talud Pelaksana CV Pelita Sari yang Baru Selesai Terlihat Ambruk

×

Diduga Tak Wajar,Proyek Talud Pelaksana CV Pelita Sari yang Baru Selesai Terlihat Ambruk

Sebarkan artikel ini

SUNGAlLIAT – Proyek pembangunan Talud Simpang Phaleat Kelurahan Kudai Sungailiat Kabupaten Bangka yang di kerjakan CV Pelita Sari dengan nilai kontrak 1.651.162.459.67 dengan konsultan supervisi PT Paluyakarya Persada Konsultan dan tanggal kontrak tanggal 01 Oktober 2020 melalui APBD Provinsi Bangka Belitung yang baru saja selesai dikerjakan namun kondisi pada salah satu sisi bangunannya sudah terlihat ambruk atau jebol.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi, Agus Afandi saat di hubungi tim wartawan melalui melalui sambungan telpon pada minggu(6/20)mengaku jika belum mengetahui hal tersebut.

Click Here

“Untuk masalah yang ambrol tersebut saya belum mengetahui dan di sebelah yang mana karena saya tidak ke lapangan karena sedang di karantina, silakan saja gabung dengan tim PPS dari Kejaksaan yang saat ini sedang turun ke lapangan. Tunjukkan saja di mana yang jebol,” tukas Agus.

Sementara itu Gusti selaku perwakilan pihak kontraktor pelaksana lapangan membantah soal jebolnya talud yang baru dibangun tersebut. Gusti justru mengatakan jika bagian talud yang terlihat ambruk itu sengaja dibongkar untuk menarik PC mini yang ambles.

“Gak ada yang ambruk pak. Itu sengaja di bongkar untuk narik pc yg ambles kemaren. Ini saya lagi sama orang kejaksaan langsung mantau di lokasi. Bareng bang Hendri juga
karena jalan atas dak pacak (tidak bisa, red), mepet sama perumahan. Tadi ge (juga,red) sudah kami jelasin ke tim PPS (Pengamanan Pembangunan Strategis) Kejati Babel. Kebetulan mereka jadwal kelapangan hari ini,” kata Gusti saat dikonfirmasi via whatsApp nya terkait kondisi talud yang bagian sisi bangunan ada yang ambruk, Minggu (6/12/20).

PC Mini ambles di dekat rumah warga sekitar talud sebelum dievakuasi. Foto: Ist
Sementara Hendri yang disebut ikut turun ke lapangan saat di hubungi oleh tim wartawan melalui pesan WhatsApp juga membenarkan bahwa pihaknya ke lapangan.

“Iya, kami turun dalam rangka PPS atau TP4D monitoring biasa,” kata Hendri.
Namun saat disinggung soal ambruknya talud yang diklaim oleh pihak pemborong sengaja dibongkar untuk menarik PC. Hendri mengaku tidak dapat memberikan komentar lantaran dirinya tidak berwenang.

“Nah itu.. Kalo masuk kemateri tidak bisa aku sampaikan karena itu kewenaangan ketua Tim,” tulis Hendri.

Terpisah, Asep selaku ketua Tim PPS Kejati Babel juga membenarkan jika dirinya selaku ketua tim ada turun ke lapangan.
“Ya betul ada, secara umum pekerjaan berjalan dengan baik, walaupun sempat ada sedikit kendala, amblasnya alat berat di lokasi pekerjaan. Itu giat rutin, salah satu instrumen kontrol dalam Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) yang diawali oleh undangan dari Pemohon/Satker untuk monev lapangan,” kata Asep.

Menurut Asep, monotoring tersebut tidak hanya paket itu saja, bahkan seluruh paket Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Babel.
“Bukan hanya paket itu saja, seluruh paket BPBD kami lakukan monev lapangan, hasil pengamatan di lapangan, tidak ada longsoran, yang ada penghancuran talud untuk jalan evakuasi alat berat yang amblas dalam lumpur saat sedang melakulan pengerukan alur sungai dengan posisi alat berat berada di tengah alur aliran sungai. Jadi bukan longsor, tapi memang sengaja dihancurkan karena posisi amblasnya jauh di dalam dan berada diantara rumah warga, dan lokasi evakuasi sangat sempit. Bisa dilihat, itu kondisi talud sebelum penghancuran untuk jalan evakuasi alat berat yg amblas,” demikian bantahan Asep terkait ambruknya bagian dinding talud milik BPBD Provinsi Babel yang dikerjakan oleh perusahaan Acem tersebut.

Jika ada pertanyaan lain, Ase mengarahkan media ini untuk menghubungi Kasi Penkum Kejati Babel.
“Kalau ada pertanyaan lain, silahkan menghubungi Kasi Penkum. Terima kasih,” pinta Asep via pesan WhatsApp, Minggu (6/12/20).

Sementara dari pantauan di lapangan, Minggu (6/20) tampak bangunan talud pada salah satu bagian sisi ada yang jebol, dimana kondisi talud yang di jebol tersebut hanya berjarak beberapa meter saja dari rumah warga setempat.

Tampak sisi dinding bangunan talud yang cembung dan cekung (tidak rata), Kamis (26/11/20).

Salah satu bagian sisi bangunan talud yang terlihat sudah retak, Kamis (26/11/20).

Sementara dalam penyisiran sejumlah media, Kamis (26/11/20) di sepanjang bangunan talud tersebut, terlihat beberapa titik bangunan sudah ada yang retak-retak dan kondisi bagian bawah ada yang terlihat dipasang sepatu dan sebagiannya tidak. Selain itu, dinding bangunan talud juga ada yang terlihat cembung dan cekung alias tidak rata.

Reporter : Budi / tim

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Sekilas Indonesia,  Maros, Sulsel- Polres Maros kembali menorehkan…