SERANG – Komponen masyarakat Warga Desa Lontar Kec Tirtayasa, melakukan deklarasi “Gerakan Masyarakat Tolak Dinasti Koruptor Pimpin Kabupaten Serang” di pantai laut utara wilayah Kabupaten Serang, di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Minggu, 27 September 2020.
Dilansir dari media Bantenekspose.com, Alasan mereka melakukan deklarasi penolakan tersebut, lantaran masyarakat nelayan merasa dianak tirikan. Belum lagi, pembangunan yang ada di wilayahnya belum merata selama lima tahun kepemimpinan Ratu Tatu Chasanah dan Pandji Tirtayasa.
Koordinator deklarasi, Fauzi menegaskan, deklarasi penolakan terhadap dinasti koruptor tersebut sebagai bentuk kekecewaan dan kegelisahan masyarakat. Sebab, Kabupaten Serang selama dipimpin oleh keluarga dinasti dinilai tidak mampu menyelesaiakan persoalan, khusunya kaum nelayan.
“Kami tidak mau adanya bantuan dari Bupati maupun Dewan sekalipun adanya pemotongan. Semua masyarakat menolak adanya korupsi,” kata Fauzi kepada awak media di lokasi.
Ia mengeluhkan, selama dipimpin dari keluarga dinasti tersebut hampir seluruh masyarakat mengeluh dan merasakan adanya ketidak adilan.
“Yang ada semuanya mengeluh selama ini,” tuturnya.
Warga lainnya, Meri Sumarli (40). Ia merasakan hal yang sama, sebab kebutuhan masyarakat nelayan selama ini belum terjamah oleh Pemerintah Kabupaten Serang.
“Sementara ini belum ada bantuan buat kami (nelayan). Saya pernah dapat bantuan lima tahun ke belakang. Selama ini kami nangkap ikan masih pake alat seadanya, seperti pancingan dan jala,” keluhnya.
Reporter : Usep_Red.











