JENEPONTO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jeneponto, melaksanakan Desiminasi Surveilans Gizi melalui Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM).
Kegiatan pertemuan tetap mengedepankan protokol kesehatan, seperti Pakai Masker dan Jaga Jarak, yang dilaksanakan di Aula Husada 2 Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, Jumat, (11/9/2020).
Adapun Pemateri pada acara pembinaan (e-PPGB) Dari Dinas Kesehatan Provensi Sulawesi Selatan, Kasi Kesga dan Gisi Dinas Kesehatan Provensi Sulawesi Selatan Ibu Erna Komalaningrum, S..ST,. M.Kes bersama Pjwb Surveilans Gisi Dinkes Rahmatia, SKM. M.Kes., Plt Kadis Kesehatan Syusanti Mansyur, Nursyamsi, Kepala Kesmas Kamal dan Para Petugas Kesehatan Puskesmas.
Pelaksana Tugas Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, Susanty Mansyur, Skm, Menyampaikan Pemantauan pertumbuhan balita merupakan bagian dari standar pelayanan mininamal yang harus dilakukan didaerah. Kebutuhan gisi yang ada diwilayah sebagai dasar perencanan kegiatan dan evaluasi kinerja, serta intervensi apa yang dilakukan para pemangku kebijakan.
“Olehnya, pentingya data dibutuhkan sistem pencatatan dan pelaporan yang akurat dan mengabarkan setiap individu. Sistem Informasi gisi terpadu (Sigisi Terpadu), untuk mencatat dan melaporkan data gisi baik, data sasaran tiap individu, status gisi, cukupan kinerja dan juga data PMT,” tulis Kadis Dinkes Syusanti Mansyur.
Melalui, Aplikasi e-PPGBM ini merupakan bagian dari Sigisi Terpadu, yang dapat digunakan untuk mencatat data sassaran individu dan penimbangan atau pengukuran yang dapat memberikan feedback,
secara langsung status gisi sasaran tersebut.
“Tujuanya untuk meningkatkan pengetahuan dalam melakukan Input data secara Online melalui Aplikasi e-PPGBM, baik data balita maupun ibu hamil secara cepat, akurat, teratur dan berkelanjutan untuk penyusunan perencaan dan perumusan kebijakan gizi,” katanya.
Sementara, Dinas kesehatan Kasi Kesga dan Gisi Provensi Sulawesi Selatan Ibu Erna Komalaningrum, S.St.M.Kes, Menggatakan kita hadir disini memberikan bimbingan bagaimana cara mendata yang kita lakukan itu, dengan bisa dilakukan dengan lebih cepat dan akurat, dimana perlu kita ketahui bersama khusus data dikabupaten Jeneponto capainya itu masih kecil.
“Sehingga harapan kita, diakhir bulan september ini ada kenaikan data e-PPGBM diatas 50 persen, karna data itu data Rill, data yang diperoleh dua kali dari bulan Februari dan Agustus,” kata ibu Erna.
Kata dia, menambahkan untuk saat ini data stunting dikabupaten Jeneponto masuk aksi ke enam masuk desa sudah melakukan locus pokus stunting dan akan dilakukan interpensi fisipik dari dinas kesehatan.
“Kami berharap kepada petugas puskesmas untuk pengisian data, pengukuran terhadap anak balita, dilakukan secara tepat dan mudah mudahan dengan kegiatan ini melakukan fungsi bersama sama,” harapnya.
Reporter : Firman.











