MAKASSAR – Aliansi Masyarakat Pesisir kota Makassar (AMP), melakukan aksi penolakan terhadap kegiatan-kegiatan kelompok “KAMI” (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) yang bertempat di Provinsi Sulawesi Selatan, Senin, (31/08/2020).
Aksi damai yang berlangsung tertib, dengan menggunakan mobil truk dan terpampang beberapa spanduk di samping mobil yang bertuliskan ” Bahaya Kelompok” KAMI” koalisi aksi menyelamatkan indonesia tujuan makar terhadap Presiden Indonesia dan Kelompok ‘KAMI’ hanya, bertujuan merusak keutuhan dan persatuan Negara Republik Indonesia.
Aksi dilakukan pada tiga tempat, yang berawal dari depan pelabuhan Soekarno Hatta, kemudian berpindah ke depan tugu mandala, dan berakhir di bawah flyover A.P. Pettarani.
Gelora orasi penolakan terhadap “DEKLARASI KAMI” di depan tugu mandala menyatakan bahwa ” jangan mau diintervensi oleh gerakan KAMI yang bertujuan memecah belah masyarakat” salah satu orator dari AMP.

Aksi kemudian berlanjut dengan melakukan konvoi menuju flyover Pettarani, dalam konvoi tersebut orasi tetap disuarakan dengan menggunakan alat pengeras suara.
Aksi kemudian berlanjut di bawah flyover Pettarani sebagai titik terakhir aksi tersebut, dengan membagikan selembaran pernyataan penolakan aksi KAMI yang mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

Salah satu pernyataan dalam orasi tersebut bahwa AMP akan melakukan aksi yang lebih besar jika kegiatan dan Deklarasi KAMI masih tetap berjalan di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.
Dalam aksi tersebut juga dihadiri oleh perwakilan mahasiswa yang sekaligus melakukan orasi “menolak terbentuknya Deklarasi KAMI, menurutnya KAMI bukan solusi melainkan bentuk pembungkaman dan bentuk provokasi terhadap pemerintah, dan kami masih percaya terhadap kinerja pemerintah.”
Kami sangat mengapresiasi perjuangan AMP, AMP terpanggil untuk mengkritisi Deklarasi KAMI, tidak hanya kritik terhadap pemerintah namun bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah juga diperlukan sebagai bentuk check and balance, ujar boy salah satu orator AMP.
Tujuan penolakan terhadap gerakan “KAMI”, sebagai berikut:
-Bertujuan makar terhadap Presiden RI
-Merusak keutuhan negara Republik. Indonesia.
-Ingin mengembalikan orde baru.
-Ingin melindungi aset mantan pemerintah/pejabat yang sakit hati akibat dipecat oleh jokowi.
-Membuat kumpulan tokoh yang ada di seluruh provinsi untuk kepentingan memenangkan pemilihan presiden setelah jokowi menjabat.
Aksi damai merupakan gabungan dari tiga aliansi yakni AMP, Rewako Community, dan beberapa Mahasiswa, ujar Jenlap (jendral Lapangan) aksi tersebut.
Selanjutnya aksi ini bertujuan untuk menghentikan pergerakan KAMI yang justru membahayakan NKRI, dan Bertujuan untuk makar.
Jendral Lapangan dalam aksi damai tersebut, menekankan bahwa akan ada gerakan massa yang lebih besar jika aksi KAMI Masih tetap berjalan di daerah Sulawesi Selatan. (FIRMAN).











