PANDEGLANG-Dimasa Pandemi virus corona memberikan dampak yang signifikan diberbagai aspek kehiupan masyarakat saat ini.
Mulai dari aspek ekonomi hingga pendidikan.Bahkan pendidikan di Pandeglang pun juga terkena dampak dari Covid-19.
Segala aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah diberhentikan sejak didapatinya kasus pertama virus corona muncul. Kegiatan belajar tatap muka di sekolah diganti dengan belajar di rumah secara Home visit.
Namun ada yang menarik di Awal masuk sekolah ajaran baru ini khususnya di SDN Sukacai 2, Kepala sekolah tersebut terpantau oleh awak Media terlihat membagikan alat tulis kepada siswa-siswi baru serta Pakaian seragam sekolah secara gratis.
Kepala SDN Sukacai 2, H Adang Suhendar mengatakan untuk hari ini kita lakukan masuk kelas satu untuk di lakukan Registrasi siswa baru, pemeriksaan data-data berkas siswa, MPLS masa Pengenalan lingkungan Sekolah untuk siswa yang baru kemudian pembagian ATK dan seragam sekolah.
Kita kasihan kepada wali murid agar tidak repot pikirkan kebutuhan anaknya untuk sekolah, kalau untuk guru khusunya yang ASN harus standby sesuai di jam kerja harus tetap masuk sekolah karena tidak ada libur sudah libur kemaren hari ini baru masuk, (13/7/20).
H Dadang meneruskan pembelajaran di masa pandemi ada dua 1. Pjj Pembelajaran jarak jauh yang ke 2 BDR Belajar di rumah dengan menggunakan model Home visit di jiput daring itu tidak di laksanakan di jiput sebanyak 32 sekolah menggunakan cara luring di luar daring jadi tidak menggunakan hp android kemaren sudah kita coba di SDN Jiput 3 di Daring ( pembelajaran dengan memakai jaringan ) banyak keluhan seperti orang tua yang tidak punya hp pusing ke orang tuanya minta hp.
Ini sangat tidak layak belajar sistem Daring yang pertama Sinyal kadang menghilang endol empot yang ke dua kepemilikan hp android bnyak yang gak punya untuk kuota memang bisa di alokasikan dari dana BOS Biaya operasional Sekolah.
“Kami sudah sepakat semua sesuai hasil survei dari 32 sekolah, 11 kita survei semuanya mengharapkan belajar dengan cara luring atau di luar jaringan jadi kita kunjungan rumah itupun sistem luring ada masalah juga umpanya murid di kelas enam ada 30 semua murid itu harus terkunjungi rumah murid dengan murid yang lain jaraknya berjauhan dan gak bisa masuk motor jalan licin hujan lebat, jadi yang efektifnya sistem belajar itu tatap muka BDS, berbagai pertimbangan saya selaku kepala sekolah dan ketua PGRI Jiput maka Jiput tidak melaksanakan Daring,” tuturnya.
(Ade m)











