Daerah

Kades Santiri: Tidak Ada Pemalsuan Tanda Tangan dan Tidak Ada Pemotongan Honor Perangkat

×

Kades Santiri: Tidak Ada Pemalsuan Tanda Tangan dan Tidak Ada Pemotongan Honor Perangkat

Sebarkan artikel ini
Foto: Kades Santiri, Abdul Rahim. Foto/Sacriel

MUNA BARAT-Kepala Desa Santiri, Abdul Rahim dituduh oleh beberapa perangkat Desa telah memalsukan tanda tangan dan melakukan pemotongan honor perangkat.

Tuduhan tersebut langsung dijawab oleh Abdul Rahim.

Click Here

“Itu semua tidak benar. Saya tidak memalsukan tanda tangan dan memotong honor para perangkat, “ujar, Abdul Rahim,  Sabtu (13/06/2020).

Abdul Rahim menyampaikan bahwa terkait honor perangkat, dirinya telah memberikan honor selama dua bulan. Namun selama waktu berkantor para perangkat tidak masuk,  sehingga sisa honor mereka untuk sementara di tahan. ” Saya sudah berikan honor mereka selama dua bulan. Tapi setelah itu mereka tidak pernah masuk kantor. Jadi,  sisa honor mereka ini saya tahan dan masih utuh di kas Desa. Dan mereka juga tidak pernah menemui saya. Jika mereka temui saya dan meminta honor mereka,  pasti saya berikan. Kan sampai saat ini mereka tidak datang, ” ungkapnya.

Lanjut kata Abdul Rahim,  terkait dengan tuduhan pemalsuan tanda tangan dalam pencairan tahap I Dana Desa. ” Begini, kondisi dan situasi saat itu mendesak. Kaur keuangan yakni Aring tidak pernah datang berkantor dan tidak ada ditempat. Semua Desa sudah pada mengurus pencairan tahap I DD guna membagikan BLT. Jadi, saya langsung bertindak cepat dengan membuat Surat Keputusan menangkat pelaksana tugas Kaur Keuangan, agar proses pemerintahan Desa berjalan. Namun, setelah surat edaran Bupati,  saya langsung berhentikan Kaur keuangan tersebut, ” jelasnya.

Sementara itu,  Camat Tiworo Utara , Sukarti Lykra menyampaikan bahwa dirinya kaget jika ada informasi beberapa oknum Desa Santiri melapor di Polres terkait persoalan pemalsuan tanda tangan dan pemotongan honor perangkat.

“Saya kaget ketika disampaikan klau ada oknum Desa Santiti melapor di Polres terkait pemalsuan tanda tangan dan pemotongan honor perangkat. Karena sebelumnya saya telah mengintruksikan seluruh Kades untuk menjalankan dan menaati surat edaran Bupati, ” tuturnya.

Sambungnya, dirinya telah melakukan rapat koordinasi bersama seluruh kepala desa terkait surat edaran Bupati. “Saya sudah rapat bersama seluruh Kades yakni semua tidak melakukan pergantian perangkat.  Jadi saya kaget, jika ada laporan oknum tersebut di Polres. Saya sayangkqn kepada perangkat yang diberhentikan sementara tersebut langsung ke Polres, kenapa tidak melakukan koordinasi dengan kami sebagai Pemerintah Kecamatan. Ini berarti ada unsur-unsur yang lain. Saya pastikan jika mereka ini menemui saya sebelumnya maka saya akan memanggil Kades Santiri untuk mengaktifkan kembali mereka sebagai perangkat, ” tutupnya.

Reporter: Sacriel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *