DaerahPendidikan

Keluarga Mahasiswa Banten – Bogor Bahas Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Lapangan Pekerjaan di Banten

×

Keluarga Mahasiswa Banten – Bogor Bahas Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Lapangan Pekerjaan di Banten

Sebarkan artikel ini

BANTEN – Keluarga Mahasiswa Banten – Bogor menggelar diskusi online melalui aplikasi Zoom dengan mengangkat tema “Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Lapangan Pekerjaan”. Pada Rabu, (03/06/2020).

Yhannu Setyawan, selaku pembicara dalam diskusi, mengatakan, “Kondisi pandemi sebenarnya tidak hanya dirasakan atau dialami oleh kita di Provinsi Banten. Ini situasi global yang harus kita maklumi,” katanya.

Click Here

Menurutnya, tingginya tingkat pengangguran di Banten juga bukan hanya disebabkan oleh Pandemi Covid-19, tetapi memang sudah sejak beberapa tahun Provinsi Banten.

“Jadi sepatutnya kita tidak menjadikan Pandemi Covid-19 sebagai alasan utama dari tingginya tingkat pengangguran di Provinsi Banten,” tandasnya.

Masih kata Yhannu Setyawan, Solusi yang paling mungkin dan sejalan dengan pelaksanan tugas pokok serta kewenangan Pemerintah Daerah.

“Tentunya dengan membuat kebijakan daerah melalui instrument hukum daerah, baik peraturan daerah maupun peraturan kepala daerah yang dapat menstimulasi dan memberikan ruang akses dan kemudahan bagi pencari kerja di Banten berkompetisi di pasar kerja atau mengembangkan unit-unit usaha mandiri yang baru,” paparnya.

Pada kesempatan ini, Yhannu Setiawan berpesan kepada peserta diskusi bahwa, “Mahasiswa juga harus terus menyuarakan dengan benar dan terus mendorong Pemerintah Daerah lebih kreatif dan innovatif membuat berbagai kebijakan strategis maupun program-program yang dapat memberikan kemudahan akses serta kesempatan untuk memenangkan kompetisi pada pasar kerja di Banten,” tandasnya.

“Disisi yang lain mahasiswa juga harus tetap menjaga dan tidak boleh membiarkan apabila pemerintah, khususnya pemerintah daerah membuat kebijakan atau memproduksi wacana yang bertentangan dengan spirit konstitusi dan cita-cita berbangsa dan bernegara. Mahasiswa tidak boleh melupakan peran strategisnya untuk terus menjaga dan merawat NKRI dan UUD Negara Republik Indonesia,” tutupnya.

Sementara itu, Panji Sakti Nugraha, Ketua Umum KMB Bogor, mengungkapkan, pengangguran biasanya terjadi karena jumlah orang yang mencari pekerjaan tidak sebanding dengan tawaran lapangan pekerjaan di lapangan ditambah lagi dengan kondisi Pandemi saat ini yang semakin sulit masyarakat mencari pekerjaan. Tantangan besar di provinsi Banten yaitu dalam bidang lapangan pekerjaan tercatat menurut data BPS TPT di provinsi Banten mencapai 8.01% tentu angka yang begitu tinggi dalam tingkat pengangguran Dan hal ini sangat serius dalam mempengaruhi di bidang ekonomi, karena dapat menurunkan produktivitas dan pendapatan masyarakat. Sehingga Tingginya tingkat pengangguran ini biasanya dapat menimbulkan bermacam-macam masalah lainnya, seperti kemiskinan, banyaknya kriminalitas dan masalah sosial lainnya.

“Kami berharap masalah lapangan pekerjaan dan masalah pengangguran di provinsi Banten harus ditangani lebih serius oleh Pemerintah Provinsi Banten dan harus lebih kreatif ikut mendorong kemampuan masyarakat Banten dalam mencari pekerjaan ataupun membuat lapangan pekerjaan.
pemerintah harus melakukan Pemerataan pekerja menempatkan pencari kerja ke tempat yang sesuai dengan kemampuan . Dengan menempatkan pekerja di bagian yang tepat sesuai dengan kemampuan nya , maka akan membuat pekerja semangat dan loyal dalam melakukan pekerjaannya dan Pemerataan pekerja yang sesuai dengan kemampuan nya akan membuat pekerjaan lebih mudah dilakukan dan para pekerja juga akan lebih cepat mengerjakannya. Sehingga membuat efektifitas pekerja dan tidak akan ada pengangguran hanya karena salah penempatan,” jelasnya.

Dan menurut kami, lanjutnya, pemerintah juga harus lebih kreatif melatih para pencari kerja untuk memiliki jiwa entrepreneur atau membuka usaha sendiri. Seringkali masyarakat kesulitan modal untuk membuka usaha sendiri saat ini dengan majunya digitalilasi, akan lebih memudahkan masyarakat untuk mengembangkan kreativitas nya bisa dengan cara berjualan secara online. Selain itu dengan mengarahkan pekerja untuk membuat usaha atau proyek karya sendiri yang sesuai passion dan keahlian pekerja, akan membuat pekerja lebih nyaman berwirausaha. Hal ini akan sangat mengurangi angka pengangguran, apalagi sekarang dengan online semua orang bisa menunjukkan kreatifitasnya masing-masing. Bila pekerja sudah merasa nyaman dengan yang dia lakukan, maka ini akan mudah untuk diatasi bersama.

“Maka untuk kita sebagai Mahasiswa harus bersikap secara konsisten dengan koridornya perannya sebagai agent of social change dan agent of control untuk tetap mengawasi kebijakan pemerintah provinsi Banten dan terus dengan lantang menyuarakan aspirasi masyarakat provinsi Banten,” pungkasnya.

Reporter : Usep (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *