SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan angka pengangguran Banten terus menurun dari tahun ke tahun selama dibawah kepemimpinannya menjadi Gubernur. Berdasarkan rekapitulasi angka pengangguran di Provinsi Banten yang dihimpun dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yaitu pengangguran Banten tahun 2017 sebesar 9,28 persen, tahun 2018 sebesar 8,52 persen, tahun 2019 sebesar 8,11 persen hingga tahun 2020 sebesar 8,01 persen.
“Tren pengangguran Banten terus menurun angkanya, bisa dicek saja datanya mengalami penurunan bukan naik,” ujar Wahidin Halim, Rabu, (06/05/2020).
Pria yang akrab disapa WH ini mengatakan walaupun secara statistik nasional tinggi tapi pengangguran di Banten terus alami penurunan dari tahun ke tahun.
“Pengangguran Banten terus menurun, walaupun secara statistik nasional memang tinggi, pengangguran banyak terjadi didaerah-daerah industri seperti Banten dan Jawa Barat misalkan dibandingkan dengan provinsi lain yang kawasan industrinya kecil tingkat penganggurannyapun rendah,” kata WH.
WH mengatakan banyak pendatang mencari kerja di Banten karena sebagai daerah indusri atau pabrik, selain itu diketahui bahwa masyarakat sudah banyak yang beralih berbasis online.
“Sebagai daerah industri banyak pendatang ke Banten mencari pekerjaan dan saat ini baru kelulusan sekolah, kemudian di era start up masyarakat bisa mendapatkan uang berbasis online dan angka kemiskinan Banten tahun 2019 terendah ke enam se Indonesia artinya masyarakat Banten cukup mandiri secara pemenuhan kebutuhan sehari-harinya jika dibanding daerah lain,” terangnya.
Berdasarkan informasi tahun 2018 Banten berada diurutan kedua dan kesatu yaitu Jawa Barat dengan tingkat pengangguran paling tinggi di Indonesia.
Dilihat dari tingkat pendidikan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Banten tertinggi adalah lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), yaitu sebesar 13,48 persen. Menyusul di posisi kedua, TPT lulusan SMK 13,11 persen. Selain itu angka kemiskinan Banten tahun 2018 terendah keempat, tahun 2019 berada diposisi terendah ke 6 (enam) se Indonesia.
Reporter : Usep











