TAKALAR, – Wakil Bupati Takalar, Hengky Yasin, menegaskan pentingnya peran orang tua dan keterlibatan lintas sektor dalam mempercepat upaya pencegahan serta penurunan angka stunting di Kabupaten Takalar.
Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Stunting bertema “Pembinaan Orang Tua Asuh Cegah Stunting” yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Wakapolres Takalar Kompol Alauddin Torki, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para camat, kepala UPT Puskesmas se-Kabupaten Takalar, serta sejumlah lembaga terkait.
Dalam rakor tersebut, pembahasan difokuskan pada penguatan program orang tua asuh sebagai salah satu langkah strategis untuk memberikan perhatian dan pendampingan kepada keluarga yang berisiko mengalami stunting. Sasaran pendampingan meliputi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, hingga balita yang membutuhkan perhatian khusus terkait pemenuhan gizi dan pelayanan kesehatan.
Hengky Yasin menyampaikan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan komitmen dan kerja sama seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, kecamatan, desa, lembaga terkait hingga masyarakat.
Menurutnya, persoalan stunting bukan semata-mata berkaitan dengan kekurangan gizi, tetapi juga dipengaruhi pengetahuan orang tua mengenai pola asuh, kesehatan ibu dan anak, sanitasi lingkungan, serta kesadaran melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Ia juga menekankan bahwa pembinaan orang tua asuh harus dilakukan secara terarah dan berkelanjutan dengan memperhatikan kondisi serta kebutuhan masing-masing keluarga sasaran. Dengan demikian, pendampingan maupun bantuan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata.
Selain itu,H. Hengky meminta koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar setiap perangkat daerah memiliki peran yang jelas dalam mendukung program pencegahan stunting. Pemerintah kecamatan dan desa juga diharapkan aktif mengidentifikasi keluarga berisiko serta melakukan pemantauan terhadap perkembangan program di wilayah masing-masing.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia pertumbuhan. Pemberian ASI eksklusif, makanan pendamping ASI sesuai usia, pemantauan tumbuh kembang anak, serta akses pelayanan kesehatan menjadi bagian penting yang harus mendapat perhatian bersama.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Takalar berharap seluruh OPD dan lembaga terkait semakin memperkuat komitmen serta meningkatkan keterlibatan dalam mendampingi keluarga sasaran. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan program sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak dini, dengan keluarga dan orang tua sebagai garda terdepan.











