MAKASSAR – Upaya membangun budaya peduli lingkungan di kalangan pelajar terus dilakukan melalui edukasi pengelolaan sampah dari sumbernya. Universitas Negeri Makassar (UNM) melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun 2026 melaksanakan kegiatan “Edukasi dan Merintis Sekolah Mandiri Sampah dengan Sistem 4R (Reduce, Reuse, Recycle, dan Replace) untuk Mendukung SDGs 12 Tahun 2030” di SMAN 12 Makassar, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan oleh tim PKM UNM mendapat sambutan baik dari pihak SMAN 12 Makassar. Kegiatan diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri atas guru dan siswa, serta melibatkan mahasiswa dan tim pelaksana PKM. Pihak sekolah menyambut kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.
Kegiatan diawali dengan edukasi mengenai pengelolaan sampah melalui pendekatan 4R, yaitu Reduce, Reuse, Recycle, dan Replace. Para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengurangi timbulan sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak, mendaur ulang sampah menjadi sesuatu yang bernilai, serta mengganti penggunaan produk sekali pakai dengan alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Edukasi tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi di dalam kelas. Para siswa juga dilibatkan secara langsung dalam kegiatan memungut dan memilah sampah. Melalui kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada praktik pemilahan sampah dari sumber sehingga sampah tidak lagi dipandang hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga sebagai material yang dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali.

Ketua Tim PKM UNM, Dr. Marlina, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak berhenti pada edukasi mengenai sampah. Program tersebut diarahkan untuk mulai membangun sistem pengelolaan sampah yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
“Edukasi 4R menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran siswa. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana pengetahuan tersebut diterjemahkan menjadi kebiasaan dan sistem pengelolaan sampah di sekolah,” jelas Dr. Marlina.
Salah satu hasil nyata dari kegiatan tersebut adalah mulai dibentuknya tim perintis Sekolah Mandiri Sampah pada kelas XII.9. Tim perintis ini diharapkan menjadi bagian awal dari gerakan pengelolaan sampah berbasis warga sekolah yang selanjutnya dapat dikembangkan secara lebih luas di lingkungan SMAN 12 Makassar.
Antusiasme juga terlihat dari keterlibatan guru dalam kegiatan. Guru-guru SMAN 12 Makassar memberikan respons positif terhadap gagasan pengembangan Sekolah Mandiri Sampah karena program tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi sarana pembelajaran bagi siswa mengenai tanggung jawab, kepedulian lingkungan, dan perilaku berkelanjutan.
Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi UNM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 12, khususnya tujuan untuk memastikan pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Lingkungan sekolah dipandang sebagai ruang strategis untuk menanamkan kebiasaan tersebut sejak dini melalui praktik yang sederhana dan dapat dilakukan sehari-hari.
Melalui kegiatan edukasi, pemungutan dan pemilahan sampah, serta pembentukan tim perintis, SMAN 12 Makassar mulai diarahkan untuk memiliki sistem pengelolaan sampah yang tidak hanya bergantung pada kegiatan pembersihan, tetapi juga menekankan pencegahan timbulan sampah, pemilahan dari sumber, pemanfaatan kembali, dan pengurangan sampah yang dibuang.
Tim PKM UNM berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi SMAN 12 Makassar untuk mengembangkan Sekolah Mandiri Sampah secara bertahap dan berkelanjutan. Dengan keterlibatan guru, siswa, mahasiswa, dan pihak sekolah, gerakan pengelolaan sampah diharapkan dapat berkembang menjadi budaya sekolah yang mendukung lingkungan yang bersih sekaligus memperkuat pendidikan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan.
Tim PKM Universitas Negeri Makassar terdiri atas Dr. Marlina, S.Pd., M.Pd. sebagai ketua tim, bersama Prof. Dr. Ramli Umar, M.Si., Syamsunardi, S.Pd., M.Pd., Arfandi, S.Si., M.Pd., dan Rini Fathoni Lestari, S.Si., M.Sc. sebagai anggota.











