Sekilasindonesia.id CILEGON – SMKS 17 Kota Cilegon resmi menutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung selama lima hari di lapangan SMKS 17 Kota Cilegon, Jum’at (17/07/2026).
Seluruh kegiatan berjalan lancar dengan mengedepankan pendidikan karakter, pengenalan lingkungan sekolah, serta pembinaan disiplin tanpa adanya perpeloncoan maupun praktik bullying.
Kepala SMKS 17 Kota Cilegon, Aan Suhana, M.Pd., mengatakan bahwa sejak hari pertama hingga penutupan, seluruh rangkaian MPLS berlangsung sesuai harapan.
Salah satu kegiatan penting yang dilakukan adalah tes peminatan, kemampuan membaca, dan berhitung untuk menentukan jurusan yang tepat bagi para siswa baru.
Menurutnya, tes tersebut menjadi langkah penting karena pembelajaran di SMKS 17 lebih menitikberatkan pada praktik, yakni sekitar 70 persen praktik dan 30 persen teori.
Dengan demikian, siswa ditempatkan pada jurusan yang sesuai dengan kemampuan dan minatnya agar lebih siap menghadapi dunia kerja.
Saat ini, SMKS 17 Kota Cilegon memiliki 608 siswa yang berasal dari berbagai SMP negeri maupun swasta di Kota Cilegon.
Aan menjelaskan bahwa sekolahnya terus berkomitmen mencetak lulusan yang benar-benar siap bekerja melalui pembelajaran berbasis industri.
Target kami bukan hanya lulusan mendapatkan pekerjaan, tetapi sudah memiliki tempat kerja.
“Karena itu kami membangun kerja sama dengan berbagai perusahaan di dalam maupun luar negeri,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, lulusan SMKS 17 kini telah bekerja di berbagai negara seperti Jepang, Kuala Lumpur (Malaysia), bahkan pada Juni lalu ada lulusan yang berangkat bekerja ke Bulgaria, Eropa.
Selain kompetensi, Aan menegaskan bahwa disiplin dan akhlak menjadi nilai utama yang diterapkan di sekolah.
Selama lebih dari satu dekade, SMKS 17 telah menerapkan kebijakan larangan membawa telepon genggam ke lingkungan sekolah sebagai bagian dari pembentukan karakter.
“Akhlak dan adab itu di atas ilmu. Guru bukan hanya mengajar, tetapi mendidik agar anak-anak memiliki etika, menghormati guru, orang tua, dan sesama,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Suanda, S.Pd.I., Cted.C., MQA, menjelaskan bahwa MPLS tahun ini mengusung konsep MPLS Ramah sesuai Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026.
Berbagai materi diberikan kepada siswa baru, mulai dari Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Wawasan Wiyata Mandala, pendidikan karakter, hingga penyuluhan bahaya narkotika, tawuran, dan kenakalan remaja yang disampaikan oleh personel Polri dan TNI.
Selain itu, setiap pagi siswa diawali dengan kegiatan tadarus Al-Qur’an bagi yang beragama Islam, sementara siswa nonmuslim diberikan kesempatan membaca kitab sucinya masing-masing.
Kegiatan juga diisi dengan “Pagi Ceria”, pengenalan lingkungan sekolah, serta demonstrasi ekstrakurikuler pada hari penutupan agar siswa dapat memilih kegiatan sesuai minat dan bakatnya.
Suanda berharap seluruh peserta didik baru mampu mengikuti proses pendidikan dengan sungguh-sungguh, mengingat sistem pembelajaran di SMKS 17 lebih banyak praktik yang didukung kerja sama dengan berbagai perusahaan nasional maupun internasional.
“Dengan disiplin, karakter yang baik, dan keterampilan yang kuat, kami optimistis lulusan SMKS 17 Kota Cilegon akan semakin siap bersaing di dunia kerja, baik di Indonesia maupun di luar negeri,” pungkasnya.
Bagindo Yakub.











