Berita

Tak Sekadar Pengenalan Sekolah, MPLS SMAN 1 Kota Cilegon Bentuk Generasi Tangguh Lawan Bullying dan Overthinking

×

Tak Sekadar Pengenalan Sekolah, MPLS SMAN 1 Kota Cilegon Bentuk Generasi Tangguh Lawan Bullying dan Overthinking

Sebarkan artikel ini

Sekilasindonesia.id CILEGON – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMAN 1 Kota Cilegon resmi ditutup dengan menghadirkan materi yang relevan dengan tantangan remaja masa kini.

Pada hari terakhir, para siswa baru dibekali pemahaman mengenai penggunaan media sosial secara bijak, pencegahan perundungan (bullying), serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, sehat, dan bebas kekerasan.

Click Here

Pembina MPLS sekaligus Pembina OSIS SMAN 1 Kota Cilegon, Irwan Rosadi, S.Pd, mengatakan bahwa materi penutupan difokuskan pada pembentukan karakter dan kesehatan mental peserta didik.

Hari terakhir ini kami lebih fokus kepada bagaimana perilaku anak-anak di era media sosial, bahaya bullying, serta deklarasi sekolah yang aman, nyaman, sehat, dan anti perundungan.

Ini merupakan amanah dari pemerintah pusat dan sangat relevan dengan kondisi anak-anak sekarang yang banyak menghadapi burnout, overthinking, dan berbagai tekanan lainnya,” ujarnya, Jum’at (17/07/2026).

Selama pelaksanaan MPLS, Irwan mengungkapkan para siswa baru mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias.

Meski terdapat beberapa kendala teknis, seluruh persoalan dapat diatasi berkat kerja sama panitia dan pengurus MPK serta OSIS.

Alhamdulillah mereka tetap semangat dan gembira mengikuti kegiatan.

Kendala pasti ada, tetapi tim MPK dan OSIS selalu memiliki solusi.

Ketika ada masalah mereka mampu bangkit kembali.

“Sikap seperti itulah yang akan menjadi bekal penting bagi masa depan mereka,” katanya.

Ia berharap seluruh siswa baru mampu menjalani proses pendidikan selama tiga tahun di SMAN 1 Kota Cilegon dengan penuh konsistensi.

Masuk SMAN 1 bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari sebuah proses.

“Keberhasilan mereka nanti bergantung pada kesungguhan dan konsistensi selama belajar di sekolah ini,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu peserta MPLS, Veronika Sabu Sebleku, menjadi sosok yang menarik perhatian.

Siswi kelahiran Sabah, Malaysia, yang berasal dari keluarga Nusa Tenggara Timur (NTT) itu berhasil memperoleh beasiswa penuh untuk menempuh pendidikan di SMAN 1 Kota Cilegon melalui program repatriasi.

Veronika menceritakan bahwa dirinya mengikuti seleksi yang cukup ketat, mulai dari tes akademik, wawancara, tes kesehatan hingga penelusuran bakat sebelum akhirnya dinyatakan lolos.

Puji Tuhan saya mendapatkan beasiswa penuh di SMAN 1 Kota Cilegon.

Awalnya saya juga kaget bisa diterima di sekolah ini, tetapi setelah menjalani MPLS saya merasa sangat senang.

“Guru-gurunya baik, kakak-kakak OSIS sangat ramah, dan teman-teman juga benar-benar merangkul saya,” ungkapnya.

Selama mengikuti MPLS, Veronika mengaku memperoleh banyak pengalaman baru, mulai dari belajar beradaptasi, membangun solidaritas hingga menjalin persahabatan dengan teman-teman dari berbagai daerah.

Ke depan, ia memiliki cita-cita untuk aktif di organisasi sekolah dengan bergabung di MPK, OSIS, dan Pramuka.

“Tak hanya itu, ia juga bertekad meningkatkan prestasi akademik dan menargetkan menjadi salah satu siswa terbaik di SMAN 1 Kota Cilegon,” pungkasnya.

Bagindo Yakub.